Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Demokrat: Pemda Sudah Habis-habisan Tangani Covid-19, Tapi Pemerintah Pusat Tidak Serius

Daerah sudah habis-habisan menggunakan APBD tangani Covid-18, tapi pemerintah pusat tidak serius

Demokrat: Pemda Sudah Habis-habisan Tangani Covid-19, Tapi Pemerintah Pusat Tidak Serius
Lita Febri
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninggalkan ruang rapat Komisi V DPR RI usai rapat SLIPA batal, Senin (24/2/2020), Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Irwan menilai pemerintah tidak serius memutus mata rantai virus Covid-19 atau corona, dengan mengizinkan kembali operasi transportasi umum ke luar daerah.

"Mau apa sebenarnya kita ini? Pak Presiden jelas-jelas berpidato khusus melarang mudik. Tapi kemudian berubah-ubah dalam tataran di lapangan, ini membuat kebingungan di daerah," ujar Irwan saat rapat virtual dengan Menteri Perhubungan dan Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Baca: Jokowi: Target Kurva Turun Sebaran Corona Harus Tercapai Mei

Irwan menilai, pelonggaran operasi transportasi yang dilakukan dengan alasan penyelamatan ekonomi, sebagai bukti pemerintah tidak mengutamakan penyelamatan manusia saat menangani Covid-19.

"Daerah semangatnya memutus mata rantai covid-19, sampai jalan tikus pun ditutup. Daerah sudah habis-habisan menggunakan APBD tangani Covid-18, tapi pemerintah pusat tidak serius," ucap politikus Demokrat itu.

Baca: Tips Bagi Penderita Darah Rendah Saat Jalani Ibadah Puasa

"Hari ini kita dipertontonkan lagi bagaimana tanggungjawab pemerintah terhadap penanganan Covid-19, ini betul-betul tidak serius," sambung Irwan.

Irwan menjelaskan, pelonggaran transportasi akan memperluas penyebaran covid-19 ke luar Pulau Jawa dan tidak memutus mata rantai dengan cepat.

"Saya berharap bangsa ini bisa melewati, karena kita masih di lereng belum melewati puncaknya, kalau relaksasi di kemudian hari berjalan mulai besok, saya tidak tahu bagaimana lagi ada penambahan-penambahan pasien positif," tutur Irwan.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas