Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mensos Minta Pemda Beri Data Akurat Agar Bansos Tepat Sasaran ke Masyarakat Terdampak Covid-19

Namun, ia menegaskan data DTKS tak menjadi satu-satunya yamg digunakan dalam penyaluran bansos.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mensos Minta Pemda Beri Data Akurat Agar Bansos Tepat Sasaran ke Masyarakat Terdampak Covid-19
Tribunnews.com/Mafani Fidesya Hutauruk
Menteri Sosial Juliari Batubara kembali turun langsung untuk memastikan pendistribusian bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia. Mensos turun di Kelurahan Gedong, Jakarta Timur, pada Minggu (3/5/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara meminta daerah untuk memberikan data paling akurat terkait keluarga yang membutuhkan bantuan di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Pasalnya, Juliari menyebut, adanya masalah data bantuan sosial (bansos) belum juga terselesaikan hingga saat ini. Sehingga, bansos belum sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Baca: Ibunya Sebut Kemungkinan Roy Kiyoshi Tak Ditahan, Apa Kata Polisi Soal Itu?

"Kami memberikan keleluasaan kelonggaran kepada kabupaten kota untuk memberikan data keluarga-keluarga yang terdampak untuk kami berikan bansos tunai," kata Juliari melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Lebih lanjut, Juliari mengatakan, Kementerian Sosial memang memiliki data tingkat kesejahteraan sosial (DTKS).

Namun, ia menegaskan data DTKS tak menjadi satu-satunya yamg digunakan dalam penyaluran bansos.

Baca: Lawan Kawanan Perampok, Kepala Satpam di Depok Harus Dijahit 15 Jahitan

"DTKS kami hanyalah menjadi referensi. Tidak langsung menggunakan DTKS sebagai satu satunya data untuk penerima bansos tunai. Jadi pemda beri kami data akurat sehingga bansos bisa disalurkan dengan tepat," ucapnya.

Mensos Juliari juga menjelaskan, untuk warga di luar Jabodetabek, akan mendapat bansos berupa uang tunai atau bantuan langsung tunai (BLT).

Rekomendasi Untuk Anda

"Besarannya Rp 600 ribu per KK selama 3 bulan. Target 9 juta KK. Kami mendapatkan data 9 juta ini dari daerah tingkat dua pemkab dan pemkot," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas