Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tekan Angka Covid-19, Moeldoko Ingatkan Daerah Lebih Disiplin Terapkan PSBB

Moeldoko menilai, penerapan PSBB jika dijalankan dengan disiplin dan patuh akan menunjukan hasil yang baik. Yakni penurunan grafik penyebaran virus

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tekan Angka Covid-19, Moeldoko Ingatkan Daerah Lebih Disiplin Terapkan PSBB
Dok. KSP
Kepala Staf Presiden Moeldoko saat pengambilan gambar video lagu 'Ra Mudik Ra Popo'. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta daerah semakin memperketat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya.

Pasalnya, Moeldoko menilai, penerapan PSBB jika dijalankan dengan disiplin dan patuh akan menunjukan hasil yang baik. Yakni penurunan grafik penyebaran virus corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Moeldoko saat diskusi perspektif daerah dan pusat dalam penanggulangan Covid-19:Evaluasi dan Efektivitas yang diadakan oleh CSIS melalui video conference, Senin (11/5/2020).

Baca: Tambah 233, Kasus Corona Indonesia 11 Mei Capai 14.265 Orang, 2.881 Sembuh

"Kita hadapi saat ini ada kecenderungan terhadap daerah-daerah yang betul-betul menjalankan PSBB dengan baik yaitu bagaimana pembatadan terhadap sekolah, bekerja, tempat beribadah cukup ditempatnya masing-masing jika dijalankan dengan sebaik-baiknya dengan teknik mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan jaga jarak maka bisa dipastikan daerah-daerah itu akan memilkki penurunan yang sangat baik," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini mencontohkan bagaimana penerapan PSBB di DKI Jakarta. Ia menyebut ada kecenderungan grafik penyebaran Covid-19 semakin landai.

Tentunya, hasil itu didapatkan dari PSBB yang baik dimana 60 persen warga DKI mengikuti anjuran pemerintah soal berada di rumah.

Baca: Kepala Institut Virologi Wuhan Buka Suara Soal Tudingan Covid-19 Bocor dari Laboratorium Mereka

"Kita melihat dari jumlah tempat tidur dan pasien yang ada di dalamnya. Ini rata-rata di RSPAD total badnya 82 tapi hanya terisi 40. RS Fatmawati dari 80 terisi 22 dan seterusnya. Kecuali yang masih tinggi disini adalah RSPI Sulianto Sarosi itu masih 72 persen," ucap Moeldoko.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Moeldoko berbicara sebaliknya. Jika daerah tidak menerapkan PSBB dengan baik akan cenderung akan Covid-19 akan meningkat terus.

"Tetapi terhadap daerah-daerah yang suka keluar atau kemampuan mereka untuk di rumah dibawah 50 persen sangat terlihat grafiknya daerah-daerah itu memilili frekuansi yang semakin nanjak keatas atas perkemabngan Covid-19," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas