Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

64 Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Tertular Virus Corona

Sebanyak 64 pasukan penjaga perdamaian dunia dari perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tertular virus corona atau Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
zoom-in 64 Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Tertular Virus Corona
Tribunnews.com/ Larasati Dyah Utami
Menteri luar negeri Republik Indonesia (Menlu RI) dalam konferensi pers daring bersama media internasional, Kamis (14/5/2020) 

Laporan wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 64 pasukan penjaga perdamaian dunia dari perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tertular virus corona atau Covid-19.

Menteri luar negeri Republik Indonesia (Menlu RI) dalam konferensi pers bersama media internasional menyampaikan kebanyakan dari mereka adalah pasukan Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi PBB yang ada di Mali (MINUSMA).

Diantara pasukan PBB yang tertular, sebanyak 23 orang telah sembuh dan sejauh ini tidak ada pasukan PBB warga negera Indonesia (WNI) yang tertular Covid-19.

Baca: Contek Cara Bakery Membuat Lidah Kucing Renyah dan Tidak Lembek! Rugi Kalau Gak Tahu

“64 penjaga perdamaian telah tertular virus. Kebanyakan kasus ada di MINUSMA, di Mali. 23 dari mereka sudah pulih,” ujar Retno di Istana Kepresidenan, Kamis (14/5/2020).

“Saat ini, tidak ada pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang terinfeksi Covid-19, tetapi kami tetap waspada dan terus mengikuti perkembangan di lapangan,” lanjutnya.

Sebagai negara dengan kontribusi pasukan dan polisi perdamaian terbanyak, Indonesia akan terus memantau dampak dari covid-19 bagi pasukan penjaga perdamaian PBB.

Baca: Komisi VI Minta Pemerintah Berikan Stimulus ke BUMN untuk Pulihkan Ekonomi

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Sekretaris Jenderal PBB juga telah meluncurkan gencatan senjata global pada tanggal 23 Maret 2020 untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan di berbagai negara konflik.

“Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, Indonesia menyambut dan mendukung panggilan Jenderal Keamanan PBB. Indonesia Bersama dengan anggota lainnya yang aktif dalam merumuskan rancangan resolusi di Dewan Keamanan mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi tantangan Covid-19 di bidang perdamaian dan keamanan,” ujar Menlu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas