Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anies Baswedan: Saat Ini Kita Memasuki Fase Menentukan Menuju New Normal

jika dalam rentang waktu itu tingkat penyebaran Covid-19 menurun maka masyarakat dapat bertransisi menuju 'new normal'.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Anies Baswedan: Saat Ini Kita Memasuki Fase Menentukan Menuju New Normal
Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini masyarakat Jabodetabek tengah masuk ke dalam fase yang sangat menentukan.

Anies merujuk kepada perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 4 Juni 2020 mendatang.

Menurutnya jika dalam rentang waktu itu tingkat penyebaran Covid-19 menurun maka masyarakat dapat bertransisi menuju 'new normal'. 

"Pada hari-hari ini bila penularan di DKI Jakarta menurun maka sesudah tanggal 4 Juni, maka kita bisa melakukan transisi menuju normal baru," ujar Anies, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (25/5/2020).

Baca: Laporan Hari Ini, 12.342 Orang PDP dan 49.361 ODP di Indonesia

Namun, apabila dalam beberapa hari ke depan angka penularan Covid-19 di Ibukota semakin bertambah maka ada potensi dimana pemerintah harus mengulang proses yang telah dijalankan sejak Maret silam. 

Baca: Akui Kecewa ke Jokowi, Refly Harun Singgung Ekonomi saat Corona: Kok seperti Tidak Punya Uang Lagi?

"Bila hari-hari kedepan angkanya meningkat, karena kita mulai bebas bepergian, tidak disiplin menggunakan masker, tidak bisa mencuci tangan, maka ada potensi kita harus memperpanjang dan akan mengulang proses yang kita kerjakan kemarin," kata dia. 

Padahal, Anies mengklaim bahwa selama dua bulan lebih ini DKI Jakarta telah menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menyebut 60 persen warga DKI Jakarta memilih untuk tifak bepergian dan tetap berada dalam rumah selama pandemi. Kemudian kendaraan pribadi yang beroperasi hanya tinggal 45 persen. 

"MRT penumpangnya tinggal 5 persen, bahkan kalau bus penumpangnya tinggal 10 sampai 12 persen, artinya ada penurunan yang signifikan. Ini adalah hasil kerja masyarakat di Jakarta dan Jabodetabek. Karena virusnya menular melalui pertemuan, maka pertemuan ditiadakan dan dikurangi," tandasnya.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas