Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kisah Guru Honorer di NTT, Rela Seberangi Sungai Demi Mengajar Siswa di Tengah Pandemi

Pembelajaran jarak jauh menggunakan media daring ternyata tidak dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat

Kisah Guru Honorer di NTT, Rela Seberangi Sungai Demi Mengajar Siswa di Tengah Pandemi
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Maria Yosephina Morukh 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembelajaran jarak jauh menggunakan media daring ternyata tidak dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia di semua wilayah.

Masyarakat yang berada di daerah pedalaman masih kesulitan untuk memiliki fasilitas teknologi hingga jaringan seluler dan internet.

Padahal ketiganya merupakan penyokong berjalannya pembelajaran daring di tengah pandemi corona ini.

Keterbatasan ini tidak menyurutkan tekad Maria Yosephina Morukh untuk mengajar para muridnya di SDK Kaenbaun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Guru yang masih berstatus honorer ini rela mengunjungi siswanya satu persatu demi memberikan pembelajaran.

Baca: WHO Hentikan Pengujian Obat Malaria Hidroksilorokuin yang Dikonsumsi Trump untuk Covid-19

"Jangankan Android, Nokia saja tak punya. tapi saya tidak putus asa. Saya berusaha dengan semangat untuk membuat Jadwal kunjungan anak-anak dari rumah ke rumah. misalnya hari pertama saya kunjungi minimal lima rumah," tulis Maria dalam suratnya kepada Mendikbud Nadiem Makarim.

Curhatan Maria tersebut dibacakan oleh Nadiem dalam acara 'Hikmah Ramadan di Masa Pandemi' yang disiarkan laman Youtube Kemendikbud, Selasa (26/5/2020).

Baca: Paling Lambat Besok, Jangan Sampai Lupa Kirim Foto Meteran Listrikmu Lewat WhatsApp!

Maria bercerita dirinya setiap hari mengunjungi paling sedikit lima orang muridnya memberikan pengajaran dan tugas sekolah. Dalam mengajar secara langsung, Maria memastikan dirinya memperhatikan protokol kesehatan.

Dirinya mengunjungi anak-anak dengan menggunakan motor. Bahkan kadang Maria harus menyeberangi sungai demi memberikan pengajaran kepada muridnya.

"Saya cukup merasa senang juga karena bisa bertemu mereka. Tapi di satu sisi juga kadang kalau hujan juga saya kesulitan di jalan. Kadang banjir juga, tertahan karena harus menyeberang sungai juga untuk ketemu anak-anak. Saya tetap semangat kasih pembelajaran buat mereka," ucap Maria.

Kedatangan Maria disambut baik oleh para murid dan orang tuanya. Beberapa murid bahkan mengaku rindu sekolah, namun Maria mengingatkan bahwa pembelajaran jarak jauh harus dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.

"Muridnya kaget mungkin karena senang saya datang. Itu mereka sepertinya macam rindu sekali masuk sekolah. Saya bilang ini kita tidak bisa sekolah dulu karena masih ada corona, jadi kita tidak masuk. Jadi ini ibu datang, ibu hanya kasih tugas saja untuk kamu," pungkas Maria.

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas