Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Mahfud MD: Kita Jangan Anggap Enteng Corona, Tapi Juga Jangan Takut 

Mahfud MD mengajak masyarakat untuk tidak menganggap enteng wabah Covid-19 atau virus corona.

Mahfud MD: Kita Jangan Anggap Enteng Corona, Tapi Juga Jangan Takut 
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), warga Kampung Jawi, Jalan Kalialang Lama VII RT 02/RW 01, Kota Semarang, Jawa Tengah, tetap melangsungkan tradisi ujung antarwarga dengan menerapkan physical distancing jaga jarak satu meter dan tidak saling bersalaman, Senin (25/5/2020). Ujung adalah istilah yang dikenal masyarakat Jawa untuk tradisi bersalam-salaman, meminta maaf, serta sungkem dari satu rumah ke rumah yang lain. Secara bahasa mungkin dalam Bahasa Indonesia mengarah ke kata silaturahmi. Tradisi ini biasanya dilakukan setelah Salat Id (Idulfitri), selepas salam-salaman di masjid atau lapangan. Biasanya yang melakukan ujung adalah anak kecil, remaja, dan dewasa. Karena orang tua yang sekiranya sudah uzur biasanya lebih memilih di rumah dan menunggu disinggahi tetangga atau kerabat dan juga saudara-saudaranya. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengajak masyarakat untuk tidak menganggap enteng wabah Covid-19 atau virus corona.

Meski begitu ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terlalu takut dengan covid-19.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1441 Hijriah Keluarga Besar Universitas 11 Maret via daring yang disiarkan secara langsung lewat kanal Youtube resmi Universitas Sebelas Maret pada Selasa (26/5/2020).

"Maksud saya, saudara jangan anggap enteng corona. Tapi juga jangan takut betul," kata Mahfud. 

Dasar Mahfud mengatakan hal tersebut adalah data yang menurutnya menjelaskan perbandingan angka rata-rata kematian di Indonesia dengan angka rata-rata kematian warga Indonesia yang disebabkan covid-19.

Baca: Ini Sanksi Warga yang Tak Bisa Tunjukkan SIKM Saat Melintas di Posko Penyekatan

"Ada data yang disiarkan oleh Kompas. Berapa data orang mati di dunia ini karena penyakit. Saya katakan di Indonesia itu orang mati setiap hari 4.884 orang rata-rata setiap hari. Yang mati karena corona, dari tanggal 1 Januari sampai dengan akhir April, 131 hari itu, sehari rata-rata cuma 17. Angka kematian karena kecelakaan lalu lintas itu 9 kali lebih banyak dari corona," kata Mahfud. 

Tidak hanya itu, menurut data yang disampaikannya jumlah kematian di dunia karena AIDS, diare, dan kanker lebih besar dibandingkan dengan covid-19.

"Berkali-kali lebih banyak orang mati karena AIDS dan karena diare. Di dunia itu yang mati karena diare selama 131 hari itu 560 ribu, yang mati karena corona cuma 280 ribu. Itu seluruh dunia. Yang mati karena kanker itu tiga juta orang," kata Mahfud.
 

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas