Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pesan Dokter RS Wisma Atlet: Masyarakat Harus Jadi Striker dengan Batasi Kontak dan Tegakkan PSBB

Dia pun mengajak semua pihak untuk melawan pandemi Covid-19 bersama-sama. Terutama masyarakat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pesan Dokter RS Wisma Atlet: Masyarakat Harus Jadi Striker dengan Batasi Kontak dan Tegakkan PSBB
TRIBUN/CECEP BURDANSYAH
Tim psikolog TNI AD yang dipimpin Kapten Didon memberikan game kepada pasien di lantai 27, Tower 7, Wisma Atlet, Kemayoran, Selasa (5/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. TRIBUNNEWS/CECEP BURDANSYAH 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu dokter umum di RS Wisma Atlet Kemayoran dr. Putro S Muhammad mengatakan Covid-19 tak bisa diperangi sendiri oleh tenaga medis saja.

Dia pun mengajak semua pihak untuk melawan pandemi Covid-19 bersama-sama. Terutama masyarakat.

"Ya kita ini nggak bisa sendiri melawan hal ini, benda kecil yang nggak terlihat kasat mata, ini kita harus melawan dengan sistem bersama-sama," ujar Putro ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (26/5/2020).

Koordinator Relawan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di RS Wisma Atlet tersebut merasa tak adil apabila yang berjuang hanyalah tenaga medis seperti perawat, dokter hingga laborat.

Pasalnya semua pihak memiliki kesempatan yang sama terpapar virus yang muncul di Wuhan, China tersebut.

Karena itu, dia meminta semua pihak dapat menutup hulu penyebaran virus dengan berbagai instrumen.

Mulai dari regulasi seperti PSBB, kemudian komunikasi melalui telepon maupun aplikasi WhatsApp, rapat menggunakan aplikasi Zoom hingga membatasi aktivitas yang tak perlu seperti membeli baju dan bukannya kebutuhan bahan pokok.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya kira beberapa orang atau sebagian masyarakat sudah melakukan hal itu tapi belum optimal. Malah makin kendor sekarang ini. Saya takutnya kalau ada gelombang kedua tentu yang terdampak masyarakat juga. Kalau medis pasti terdampak lah karena di dunia kesehatan," kata dia.

"Saya itu pengennya medis itu jadi kiper saja, jaga gawang aja. Tapi striker-nya itu masyarakat gitu lho, mereka batasi kontak, tegakkan PSBB dengan sebaik-baiknya," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas