Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Doni: Kehadiran TNI Disiplinkan Protokol Kesehatan Bukan Untuk Timbulkan Ketakutan 

Jenderal bintang tiga itu mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 belum diketahui sampai kapan akan berakhir.

Doni: Kehadiran TNI Disiplinkan Protokol Kesehatan Bukan Untuk Timbulkan Ketakutan 
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Dalam rangka menyongsong kehidupan baru (new normal) di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) akan menggelar pendisiplinan protokol kesehatan di 1.800 titik yang berada di 4 (empat) Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat mengecek kesiapan penerapan prosedur standar protokol kesehatan yang ditinjau oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI/Kolonel Sus Taibur Rahman 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan TNI dan Polri dalam mendisiplinkan masyarakat mengikuti protokol kesehatan adalah pendekatan komunikatif.

"Artinya apa? kehadiran TNI dan Polri di tempat-tempat publik bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, bukan untuk menimbulkan ketakutan tetapi semata-mata membantu masyarakat satu sama lainnya mengingatkan satu sama lainnya agar masyarakat betul-betul taat dan patuh kepada protokol kesehatan," kata Doni usai rapat terbatas dengan presiden, Rabu, (27/5/2020).

Pendisiplinan tersebut menurut Doni diterapkan di Empat Provinsi dan 25 Kabupaten dan Kota. Tujuan dari pendisiplinan tersebut yakni penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Jenderal bintang tiga itu mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 belum diketahui sampai kapan akan berakhir.

Baca: Pasien Positif Covid-19 di RS Pulau Galang Bertambah 6 Orang

Oleh karena itu masyarakat harus beradaptasi dengan tatanan kehidupan yang baru.

"Belum tahu dan sampai kapan Covid ini berada di muka bumi kita pun belum bisa memutuskannya oleh karenanya, kita tetap harus mempersiapkan diri, kita tidak boleh lengah. Bapak presiden mengatakan tidak boleh kendor oleh karenanya kita harus bisa adaptif dengan covid. kita tetap harus menjaga tidak terpapar tetapi kita juga tetap harus mampu beraktivitas," pungkasnya.

Sebelumnya Personel TNI-Polri akan diterjunkan dalam mendisiplinkan masyarakat mengikuti protokol kesehatan pada saat tahapan new normal nanti. 

Baca: Dokter Ini Sebut New Normal Diperlukan sebab Covid-19 Tak Bisa Hilang

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan terdapat kurang lebih 30 sampai 40 ribu personel yang akan diterjunkan.

 "Anggota Polri yang akan dilibatkan kurang lebih 30.000-40.000 karena kita harus mengamankan di 1800 titik tersebut," kata Hadi usai mendampingi Presiden meninjau stasiun MRT, Jakarta, Selasa, (26/5/2020).

Personel TNI nantinya akan mengawasi masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas.

Baca: Update Corona Asia Tenggara 27 Mei Sore: Semua Pasien Covid-19 di Timor Leste Telah Pulih

"Kedua dalam berkegiatan harus jaga jarak aman kemudian kita sediakan tempat mencuci tangan atau hand sanitizer, mudah-mudahan dengan kegiatan ini tahap pertama bisa berjalan dengan baik," kata Hadi.

Untuk tahap pertama penerapan new normal, menurut Hadi mall akan dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung. Misalnya mall dengan kapasitas 1000 orang hanya boleh dikunjungi 500 orang saja. 

"Ini kita awasi, kemudian tempat makan harusnya 500 hanya 200 saja," katanya.

Menurutnya TNI akan bekoordinasi dengan Polri, gugus tugas dan pemerintah daerah dalam pendisiplinan masyarakat saat tahapan new normal nanti. Ia berharap dengan adanya pengawasan tersebut, masyarakat dapat beraktifitas, dan aman dari Covid-19. 

"Oleh sebab itu saya mohon dukungan dari seluruh rekan-rekan untuk berhasilnya pelaksanaan pendisplinan protokol kesehatan tersebut mudah-mudahan  4 provinsi dan 25 kabupaten atau kota tersebut R0 bisa turun sampai 0,7 sampai bawah lagi yang lebih bagus," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas