Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Wishnutama: Protokol Kenormalan Baru Bisa Diterapkan saat Daerah Pariwisata Dinyatakan Siap

protokol kenormalan baru bisa mulai diterapkan saat suatu daerah pariwisata itu mulai dinyatakan siap.

Wishnutama: Protokol Kenormalan Baru Bisa Diterapkan saat Daerah Pariwisata Dinyatakan Siap
Kemenparekraf
Demi upaya mitigasi, Kemenparekraf juga terus melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19. 

TRIBUNNEWSCOM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio tengah mempersiapkan protokol kenormalan baru pariwisata.

Menurutnya, protokol kenormalan baru bisa mulai diterapkan saat suatu daerah pariwisata itu mulai dinyatakan siap.

"Protokol ini akan melalui beberapa tahapan, mulai dari melakukan simulasi, lalu sosialisasi dan publikasi kepada publik, dan yang terakhir melakukan uji coba. Pelaksanaan tahapan-tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan daerah," kata Wishnutama ditulis Sabtu (30/5/2020).

Baca: Menko PMK: Bantuan Sosial Tunai di Jabar Sudah Tersalur 80 Persen

Menparekraf menambahkan telah menyusun program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang dikoordinasikan dengan Gugus Tugas dan Kepala Daerah masing-masing wilayah. 

"Kesiapan daerah dan dukungan dari para pelaku industri dan ekonomi kreatif merupakan salah satu faktor utama dalam pelaksanaan protokol kenormalan baru ini," ujarnya.

Ia mengatakan program CHS yang disusun oleh Kemenparekraf melibatkan seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata dan ekonomi kreatif serta kementerian/lembaga terkait, merupakan strategi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar masyarakat nantinya dapat tetap produktif dan aman Covid-19.

Baca: Liburan di Kondisi New Normal, Ini 7 Barang yang Wajib Dibawa

"Mengenai waktunya kapan? Harus dilihat betul kondisi R0 dan Rt daerah tersebut dan tentunya kesiapan masing-masing daerah. Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya berpotensi nantinya untuk dapat memulai penerapan protokol ini," tambah Wishnutama.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan tren pariwisata akan berubah karena adanya pandemi Covid-19

Untuk menggaet wisatawan, Presiden meminta disiapkan standar baru di sektor pariwisata

"Betul-betul harus disiapkan sebuah standar baru menjadi sebuah kultur baru, kebiasaan baru di sektor pariwisata dan perlunya sosialisasi yang masif, diikuti uji coba, diikuti simulasi," kata Jokowi dalam rapat terbatas, Kamis, (28/5/2020).

Yang terpenting, menurut Presiden, penerapan standar protokol kesehatan yang ketat di lapangan karena risiko membuka pariwisata ke depannya akan sangat besar. 

"Begitu ada imported case, kemudian ada dampak kesehatan, maka citra pariwisata yang buruk akan bisa melekat dan akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya lagi," katanya.

Presiden meminta industri pariwisata dan ekonomi kreatif mengatur rinci dan teliti prosedur serta protokol kesehatannya.

"Betul-betul harus dihitung, dikalkulasi betul, lapangannya harus di-manajemen, pengawasannya betul-betul dilaksanakan betul," pungkasnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas