Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

KWI: Orang Muda Akan Jadi Pemeran Utama Dalam New Normal

Bahkan menurut Uskup Keuskupan Ketapang itu, orang muda menjadi pemeran utama dalam habitus baru atau new normal.

KWI: Orang Muda Akan Jadi Pemeran Utama Dalam New Normal
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ilustrasi New Normal - Sejumlah warga mulai terlihat medatangi Kota Lama Semarang untuk sekedar jalan- jalan dan berswa foto berlatar bangunan peninggalan zaman Belanda, Sabtu (30/05/20). Untuk menjaga keamanan bersama, pengunjung menerapkan social distancing dan di kawasan Kota Lama juga di sediakan tempat pencuci tangan untuk meminimalisir resiko penularan covid-19.(Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Monsignor (Mgr) Pius Riana Prabdi, menilai orang muda sangat siap menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan bersiap menyambut 'habitus baru' atau 'new normal'  pascapandemi.

"Orang muda adalah orang yang paling siap. Karena orang muda, kita punya hati untuk orang lain," ujar Mgr Pius dalam Webinar: Siapkah Orang Muda Katolik (OMK) dengan New Normal?," pada Senin (1/6/2020).

Bahkan menurut Uskup Keuskupan Ketapang itu, orang muda menjadi pemeran utama dalam habitus baru atau new normal.

Baca: BREAKING NEWS: KPK Berhasil Tangkap Buronan Nurhadi dan Menantunya di Rumah Kawasan Jakarta Selatan

Baca: Lengkap Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Selasa, 2 Juni 2020: Khan Academy, X-Sains dan Matematika

Baca: Peringati Hari Lahir Pancasila, Kementerian PPPA Beri 1.280 Bantuan Spesifik Perempuan dan Anak

Baca: Satu Keluarga Pedagang di Mojokerto Postitif Covid-19

Dia menjelaskan, Tuhan selalu memakai orang muda dalam karya-Nya. Bahkan Tuhan tidak menunggu orang muda untuk menjadi sempurna terlebih dahulu.

"Karena kemudaan adalah orang yang punya hati untu mengasihi. Habitus baru hanya dapat dibangun oleh orang yang punya hati. Yakni hati yang mudah tergerak untuk mengasihi," paparnya.

Karena itu, dia tegaskan, habitus baru hanya bisa dibangun oleh orang yang mempunyai hati.

"Untuk itu masa pandemi ini membuat kita harus berefleksi 'apakah aku telah berbuat terhadap diriku, Gereja dan warga dunia dengan hati yang tulus?'" ucapnya.

Dia tegaskan pula, orang muda adalah masa kini. 

Karena orang muda itu, dia mejelaskan, hatinya tergerak untuk Gereja. Hal itu terlihat dari kerinduan atau 'kangennya' orang muda untuk bisa kembali beribadah dan melakukan kegiatan bersama di Gereja di tengah pandemi ini.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas