Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Polda Metro Jaya: Ganjil Genap Berlaku Setelah PSBB Jakarta Berakhir

Sambodo menyebut pihaknya belum mengetahui secara pasti waktu pencabutan PSBB di Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Polda Metro Jaya: Ganjil Genap Berlaku Setelah PSBB Jakarta Berakhir
Tribunnews/Jeprima
Petugas kepolisian menilang mobil berplat nomor ganjil saat memasuki Jalan DI Panjaitan di Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil genap. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan peniadaan kebijakan ganjil genap akan berakhir setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dicabut oleh pemerintah provinsi.

"Ganjil genap nanti kembali berlaku setelah PSBB berakhir," kata Sambodo kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Sambodo menyebut pihaknya belum mengetahui secara pasti waktu pencabutan PSBB di Jakarta.

Namun pada 4 Juni 2020 nanti, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan DKI Jakarta untuk membahas masalah tersebut.

Baca: Mulai 1 Juni Kereta Api Luar Biasa dari Surabaya Beroperasi Setiap Tanggal Ganjil

"Nanti setelah 4 Juni akan kami evaluasi dan koordinasi dengan rekan-rekan Dishub DKI. Kami observasi lagi terakhir karena fluktuatif nih kadang-kadang naik, kadang-kadang turun (volume lalu lintas, Red)," ungkapnya.

Baca: Kebijakan Ganjil Genap di DKI Jakarta Bakal Diberlakukan Situasional

Pembahasan itu, kata dia, untuk mengetahui apakah diperlukan lagi pemberlakuan kebijakan ganjil genap dalam waktu dekat. Sebab, mereka masih mengacu data lalu lintas yang masih cenderung fluktuatif.

"Minggu kemarin dibanding Minggu kemarinnya lagi turun, tapi dibanding 2-3 Minggu lalu naik gitu. Jadi masih fluktuatif. Apa nanti pakai gage apa nggak masih kita observasi. Karena kan mengurai kemacetan tidak hanya menggunakan gage, tapi bisa juga dengan management lain misalnya rekayasa, buka tutup, alih arus," jelas dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Data terakhir, Sambodo mengatakan peningkatan volume kendaraan di Ibu kota hanya mencapai 4 persen. Angka tersebut dinilai masih belum terlalu signifikan.

"Kalau peningkatan sih kemarin kan masuk ke dalam Jakarta tidak terlalu banyak. Sedangkan kalau peningkatan dalam kota naiknya nggak terlalu signifikan hanya sekitar 4 persen," ungkapnya.

"Jadi kalau butuhkan gage apa nggak kita evaluasi dulu karena tidak semerta-merta gage bisa diterapkan karena volumenya butuh nggak, kalau volume nggak butuh ya kita nggak pakai gage," tutupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas