Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perangi Covid-19, Sudirman Said: Pemerintah Harus Buat Kebijakan yang Lahir dari Data

Sudirman Said mengatakan tidak ada pihak yang boleh mengklaim paham soal virus corona dan tahu cara menghadapinya.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perangi Covid-19, Sudirman Said: Pemerintah Harus Buat Kebijakan yang Lahir dari Data
Dok. PMI
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK) bersama Sekjen PMI, Sudirman Said melakukan simulasi cuci tangan yang benar, di Markas Pusat PMI, Kamis (5/3/2020) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengatakan tidak ada pihak yang boleh mengklaim paham soal virus corona dan tahu cara menghadapinya. Pasalnya virus ini adalah virus baru dan kini dunia, termasuk Indonesia sedang melawannya.

"Kita tidak boleh klaim. Tidak ada yang mengerti soal corona ini, this is new game, sesuatu yang baru," kata dia dalam diskusi virtual, Jumat (5/6/2020).

Oleh karena itu kata dia, pemangku kebijakan baik itu pemerintah pusat maupun daerah harus seluas-luasnya membuka ruang solusi dan diskusi.

Baca: Sekjen PMI Instruksikan Kirim Bantuan Logistik Perangi Wabah Covid-19 di Jawa Timur

Pemerintah diminta terus memberikan ruang dialog bagi para ahli dengan data-data yang mereka punya, untuk mendapatkan solusi seimbang antara persoalan ekonomi dan ancaman kesehatan.

"Maka harus membuka ruang solusi, inovasi dalam urusan mengurus krisis. Karena itu dialog saling terbuka, mendengar data dari ahli," ungkapnya.

Baca: Pengusaha Makanan Disarankan Ubah Model Bisnis Jika Tak Ingin Bangkrut saat Pandemi Covid-19

Mantan menteri ESDM ini menuturkan ahli yang memaparkan data dengan pendekatan ilmiah perlu didengar pemerintah. Pemerintah juga diharapkan tidak mengambil kebijakan semata karena punya sifat populis.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya kondisi saat ini diperlukan kebijakan yang lahir dari hasil pendekatan ilmiah.

"Jangan ambil kebijakan yang tidak berbasis data, data oriented scientific approach. Makin sulit, kita perlu ahli, jangan pendekatan populis, tapi pendekatan scientific," pungkas dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas