Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pakar Bencana Nilai Kelompok Rentan Perlu Diperhatikan Dalam Adaptasi New Normal

Pakar manajemen bencana Puji Pujiono menilai kelompok rentan perlu menjadi perhatian pemerintah dalam adaptasi normal baru untuk hidup.

Pakar Bencana Nilai Kelompok Rentan Perlu Diperhatikan Dalam Adaptasi New Normal
Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi new normal. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar manajemen bencana Puji Pujiono menilai kelompok rentan perlu menjadi perhatian pemerintah dalam adaptasi normal baru untuk hidup di saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Mereka tidak masuk dalam ekonomi mainstream, tergantung pada sektor informal, dan menjadi anggota dari masyarakat yang secara kolektif kalau terjadi krisis merasakan dampaknya lebih berat dan awal dari yang lainnya," kata Puji dalam diskusi virtual yang diadakan AJI Indonesia, Rabu (10/6/2020).

Kelompok rentan dikatakan Puji klasifikasinya seperti orang dari kelompok disabilitas, lansia, yang berbeda orientasi seksualnya, pengungsi bencana alam, dan masyarakat dari suku di pedalaman.

Baca: Klaim Token Listrik Gratis PLN Juni 2020, Stimulus Covid-19 Akses www.pln.co.id atau WhatsApp

"Ada juga masyarakat prasejahtera yang tinggal di dalam lingkungan kumuh itu juga merupakan bagian dari kelompok rentan. Banyak dari mereka yang tidak mampu menjalankan seluruh protokol kesehatan yang diimbau pemerintah, seperti menjaga jarak, karena kondisi tempat tinggal tidak memungkinkan," katanya.

Puji mengatakan kelompok rentan tersebut biasanya memiliki akses tidak memadai terhadap layanan sosial, adanya keterbatasan kemampuan untuk beradaptasi, dan terbatas dalam hal penggunaan teknologi.

Baca: 8 Warga Positif Corona, 1.000 Warga Selaawi Akan Jalani Tes Swab, Besok

"Karena keterbatasan dan keterpinggiran itu, mereka mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan new normal yang disebutkan pemerintah," ujarnya

Puji menambahkan pemerintah pusat hingga daerah perlu menggandeng kelompok rentan untuk ikut serta dalam perencanaan, pemberlakuan, hingga evaluasi soal new normal.

"Akses terhadap proses dan pelayanan publik untuk anggota kelompok tersebut juga harus diperluas," kata Puji.

Catat rekor tertinggi

Halaman
1234
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas