Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

60 Persen Masjid di DKI Gelar Salat Jumat Pekan Lalu, JPRMI Nilai Ada Hal Mengkhawatirkan

pelaksanaan salat jumat pekan lalu cukup mengkhawatirkan. Sebuah masjid yang tak disebutkan namanya justru menciptakan kerumunan.

60 Persen Masjid di DKI Gelar Salat Jumat Pekan Lalu, JPRMI Nilai Ada Hal Mengkhawatirkan
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Puluhan jemaah menggelar sejadah di halaman masjid pada pelaksanaan Salat Jumat perdana saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional, di Masjid Raya Al-Ukhuwwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2020). Para jemaah meluber hingga ke halaman karena di dalam masjid diberlakukan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak antar jemaah. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) DKI Jakarta mencatat sekitar 60 persen masjid di ibu kota menggelar ibadah salat Jumat pada minggu lalu.

"Kemudian sisanya kurang lebih sekitar 25 persen tidak melaksanakan (salat jumat)," kata Ketua JPRMI DKI Jakarta Henda Yusamtha dalam siaran BNPB, Kamis (11/6/2020).

Masjid-masjid yang tak melaksanakan salat jumat pekan lalu, dikatakan Henda, karena berbagai faktor, antara lain ketidaksiapan terkait informasi yang mendadak dari Pemprov DKI, hingga alasan keamanan, seperti belum adanya thermo gun untuk mengukur suhu tubuh jemaah.

"Contoh di mana muhajirin Pondok Kopi mereka khawatir di zona merah, daerah keramaian dan jalan raya sehingga mereka DKM dan pengurus memutuskan tidak melaksanakan dulu," lanjut Henda.

Baca: Persiapan Istiqlal Gelar Salat Jemaah, Abu: Kalau Ada Apa-apa Gaungnya Tembus Internasional

Henda menilai pelaksanaan salat jumat pekan lalu cukup mengkhawatirkan. Sebuah masjid yang tak disebutkan namanya justru menciptakan kerumunan.

"Terjadi di satu masjid itu mengantre panjang karena alatnya cuma satu thermo gun, sehingga yang terjadi kerumunan di pintu masuk. Waktu kita lihat fotonya, ini malah ada kerumunan," ujarnya.

Tak hanya itu, JPRMi juga mencatat adanya penolakan kepada para jemaah yang ingin salat jumat sebab kapasitas masjid tersebut sudah penuh.

"Ini yang akan kita jadikan bahan evaluasi dan diskusikan untuk ke depannya," pungkas Henda.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas