Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi: Silakan Gigit Keras Bila ada Korupsi Dana Penanggulangan Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tata kelola dana penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 677,2 triliun

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Jokowi: Silakan Gigit Keras Bila ada Korupsi Dana Penanggulangan Covid-19
Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, (14/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA --  harus dilakukan dengan baik.

Sehingga dana tersebut dapat efektif dalam menangani kesehatan, memulihkan ekonomi, dan memberikan jaminan sosial kepada masyarakat. 

 "Angka ini Rp677,2 triliun adalah jumlah yang sangat besar oleh sebab itu tata kelolanya harus baik, sasarannya harus tepat, prosedurnya harus sederhana dan tidak berbelit-belit, output dan outcome harus maksimal bagi kehidupan seluruh rakyat indonesia," kata Presiden dalam  rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2020, Senin, (15/6/2020).

Presiden mengajak para pengawas intern pemerintah dan penegak hukum untuk sama sama mengawal dan mengawasi agar dana tersebut tidak melenceng penggunaannya. 

Baca: Cerita Warga Menolong Pilot Pesawat TNI AU yang Jatuh di Kampar

Baca: Cara Kerja Kursi Pelontar yang Buat Selamat Pilot Pesawat TNI AU Jatuh di Kampar Riau

Baca: Siang DPR Gelar Rapat Paripurna, Ada yang Datang ke Senayan, Ada yang Lewat Virtual

 "Saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk mengawal dan mengawasi dengan baik agar dana yang sebesar itu dapat membantu masyarakat pelaku usaha yang sedang kesulitan.

Aspek pencegahan harus lebih dikedepankan. Kita semua harus lebih proaktif jangan menunggu sampai terjadinya masalah, kalau ada potensi masalah segera ingatkan jangan sampai pejabat dan aparat pemerintah dibiarkan terperosok," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden meminta para pengawas intern membangun sistem  peringatan dini dan memperkuat tata kelola sehingga transparan dan akuntabel. 

Apabila ada yang tetap korupsi, Presiden meminta untuk ditindak tegas.

"Saya ingin tegaskan bahwa pemeirntah tidak main-main dalam soal akuntabilitas, pencegahan harus diutamakan tata kekola yang baik harus didahulukan tapi kalau ada yang masih membandel, niat untuk korupsi, ada mens rea, silahkan bapak ibu gigit dengan keras, uang negara harus diselamatkan kepercayaan rakyat harus terus kita jaga," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wapres Ma'ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Menakaer Ida Fauziah, Mentan Sahrul Yasir Limpo, dan sederet menteri kabinet Indonesia Maju.

Lalu, Kapolri Jenderal Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua KPK Firli Bahuri, Ketua BPKP Muhammad Yusuf Ateh serta seluruh kepala daerah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas