Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Doni: Protokol Kesehatan Mudah Diucapkan Sulit Dilaksanakan 

Saat ini tidak ada cara lain untuk menghindari penyebaran Covid-19 selain dengan menerapkan protokol kesehatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Doni: Protokol Kesehatan Mudah Diucapkan Sulit Dilaksanakan 
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas keamanan mengenakan masker dan pelindung wajah memeriksa suhu tubuh pengunjung saat akan masuk Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/6/2020). Hari pertama beroperasi atau buka, petugas, pelayan toko, dan pengunjung di Pasar Baru Trade Center menerapkan protokol kesehatan maksimal guna mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Wali Kota Bandung mengatakan, tidak segan-segan akan menutup kembali mal yang ketahuan melanggar protokol kesehatan. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan dalam menghadapi Pandemi Corona adalah mutlak.

Saat ini tidak ada cara lain untuk menghindari penyebaran Covid-19 selain dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Mari kita tingkatkan terus penanganan terhadap Pandemi Covid-19, dengan cara terapkan protokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan adalah harga mati," ujar Doni dalam peluncuran Mobile Lab BSL-2, Selasa, (16/6/2020).

Baca: Protokol Kesehatan di Tempat Karaoke Surabaya, Harus Jaga Jarak saat Menari

Menurut Doni penerapan protokol kesehatan sangat mudah diucapkan, namun sulit untuk dipraktekkan. Terutama menurut dia dalam menjaga jarak. 

"Kami gugus tugas dan Kemenkes, selalu menyampaikan pesan agar patuh pada protokol kesehatan, yang gampang diucapkan tapi sulit dilaksanakan. Jika menggunakan masker relatif mudah, mencuci tangan relatif mudah, tapi menjaga jarak adalah persoalan mendasar," kata Doni.

Sekarang ini menurut Doni penerapan menjaga jarak masih belum maksimal.

Oleh karena itu menurut Doni dalam mengkampanyekan menjaga jarak harus sekaligus mempraktekannya. Seperti jurnalis dalam bertugas meliput harus memperhatikan Physical Distancing. 

Rekomendasi Untuk Anda

 "Jadi kepada masyarakat untuk saling mengingatkan untuk menjaga jarak. Kita tidak tahu di sekitar kita ada yang positif namun tidak dirasakan, maka bisa menjadi carrier," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas