Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Doni Monardo Sebut Masih Banyak Masyarakat Salah Paham Pengertian New Normal

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo berharap pemerintah daerah menggencarkan pengertian istilah new normal/kenormalan baru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Doni Monardo Sebut Masih Banyak Masyarakat Salah Paham Pengertian New Normal
Tribunnews/Herudin
Karyawan salah satu gerai di Mal Kota Kasablanka memeriksa suhu tubuh pengunjung sebelum memasuki toko, di Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2020). Mal Kota Kasablanka mulai menerapkan protokol kesehatan guna menuju ke era kenormalan baru (new normal) dan memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo berharap pemerintah daerah menggencarkan pengertian istilah new normal atau kenormalan baru ke masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Pemberian pemahaman agar masyarakat tidak salah paham, karena ada sebagian masyarakat menganggap new normal bisa kembali beraktivitas seperti sebelum kejadian pandemi Covid-19," papar Doni dalam rapat virtual dengan Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Doni menilai, peran kepala daerah sangat penting dalam memberikan pemahaman ke warganya, terkait berbagai hal istilah.

Baca: Kebiasaan Baru Bekerja di Masa New Normal, Bawa Baju Ganti hingga Atur Jarak dengan Karyawan Lain

Baca: Soal Pembukaan Sekolah di Zona Hijau, Orangtua Dilibatkan Saat Melaksanakan Protokol Kesehatan

Doni Monardo saat kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan, Minggu (7/6/2020).
Doni Monardo saat kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan, Minggu (7/6/2020). (Istimewa)

Pemberian pemahaman ini misal terkait istilah new normal, social distancing, physical distancing, dan lainnya.

"Salah pemahaman tentu mengkhawatirkan, sehingga dibutuhkan cara dan tentunya setiap daerah memiliki cada yang berbeda. Misalnya menggunakan bahasa lokal agar masyarakat bisa memahaminya," ujar Doni Monardo.

Doni mengaku terkait imbauan menjaga jarak atau physical distancing memang sulit diterapkan di lapangan, dibanding meminta masyarakat menggunakan masker maupun cuci tangan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami mengedepankan preventif promotif, masyarakat diimbau menghindari kerumunan," ucap Doni.

Diketahui, pemerintah saat ini sudah menerapkan new normal dengan membuka kembali kegiatan ekonomi, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat hingga vaksin Covid-19 ditemukan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas