Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Lonjakan Kasus Covid-19 di Riau dalam 3 Hari Terakhir karena Imported Case

Kemarin ada peningkatan kasus yang luar biasa yang tidak pernah kami mendapatkannya selama ini, karena kami 8 kasus positif itu paling maksimal

Lonjakan Kasus Covid-19 di Riau dalam 3 Hari Terakhir karena Imported Case
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
SWAB TEST- Sebanyak 500 orang warga Kecamatan Tanah Abang, Jajarta Pusat, mengikuti swab tes Covid-19, yang digelar Yayasan Jantung Indonesia, Minggu (21/6/2020). Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini untuk memastikan kesehatan mereka bebas dari paparan Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Provinsi Riau menjelaskan soal lonjakan kasus positif yang terjadi selama tiga hari terakhir.

Menurutnya, peningkatan kasus tersebut akibat imported case.

"Kemarin ada peningkatan kasus yang luar biasa yang tidak pernah kami mendapatkannya selama ini, karena kami 8 kasus positif itu paling maksimal," kata Juru Bicara Gugas Provinsi Riau, dr. Indra Yopi, dalam siaran BNPB, Selasa (23/6/2020).

Adapun angka tambahan kasus di Provinsi Riau kemarin menyentuh angka 24. Ini menyebabkan reproduction number meningkat yang awalnya 1 menjadi 2,8.

Baca: Permohonan Perppu Corona Tak Diterima MK, Ini Penjelasannya

"Ini membuat kami risau dan kami langsung lakukan pendekatan yang ekstra cepat," ujarnya.

Pemprov Riau dikatakan Indra gencar melakukan tes. Namun, tes yang dilakukan sekarang adalah tes swab atau PCR. Ada alasan mengapa rapid tes tak diutamakan dalam pendekatan tersebut.

"Jadi karena memang sudah dibukanya oleh pemerintah pusat, orang bepergian dan cuma mengandalkan rapid test. Ini menjadi kelemahan dan mungkin menjadi kritik kami juga pada teman-teman di gugus tugas," kata Indra.

"Seperti yang saya sampaikan tadi, ini rapid-nya negatif, tapi dia bergejala, gejalanya ringan. Ketika dilakukan pemeriksaan PCR, ternyata positif," lanjutnya.

Ada satu imported cases yang berasal dari daerah Palembang.

Menurut Indra, pasien tersebut sempat menularkan virus corona ke sembilan orang di sekitarnya.

"Dari Palembang, kemudian dua hari dirawat lali meninggal. Hasil PCR-nya positif dan dia begitu di-tracing, dia mentransmisikan ke sembilan baru: anaknya, istrinya, saudaranya, tetangganya, teman sekantor istrinya, dan hampir semuanya saat ini yang kalau kami nilai dengan surveillance yang kuat, itu memang imported case," kata Indra.

Dalam penerapan pendekatan ekstra, Indra mengatakan orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP tidak dibedakan.

"Di Provinsi Riau itu kita tidak mengenal OTG semuanya jadikan ODP. Semua dijadikan ODP sehingga ternotifikasi dengan baik, bisa dipantau dengan baik.

"Yang kedua, perbedaan utamanya juga kami tidak mengenal PDP dan Covid-19 itu di luar. PDP dan COVID-19 walaupun tidak bergejala, kami rawat di ruang isolasi rumah sakit," pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas