Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Sebut Risiko Penyebaran Covid-19 di 60 Persen Daerah di Indonesia Rendah

Wiku menjelaskan, angka tersebut terlihat dari peta zona penyebaran Covid-19 yang dipantau oleh Gugus Tugas

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemerintah Sebut Risiko Penyebaran Covid-19 di 60 Persen Daerah di Indonesia Rendah
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers terkait Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, sebanyak 60 persen daerah di Indonesia kondisi risiko penyebaran virus corona terbilang rendah dan masuk zona hijau.

Hal itu disampaikan Wiku saat konferensi pers terkait Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Baca: Mensos Sebut Anggaran di Kementeriannya Melonjak Menjadi 106,5 Triliun Akibat Pandemi Covid-19

"Relatif hampir 60 persen daerah di Indonesia kondisi risikonya rendah dan hijau," kata Wiku.

Wiku menjelaskan, angka tersebut terlihat dari peta zona penyebaran Covid-19 yang dipantau oleh Gugus Tugas.

Terlihat, dari data yang diambil pada 31 Mei 2020 hingga 21 Juni 2020 menunjukan bahwa daerah dari 46,7 persen yang berisiko rendah dan hijau, ternyata turun menjadi 44 dan naik terus 52 persen, bahkan hingga 58,3 persen pada saat sekarang ini.

Maka dari itu, sejumlah sektor ekonomi mulai dibuka disejumlah daerah ya masuk dalam zona hijau Covid-19.

Rekomendasi Untuk Anda

"Untuk itu beberapa sektor yang aman sudah mulai dibuka," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan pelayanan rumah sakit (RS).

Wiku menyebut, dalam waktu 3 bulan dari 250 RS yang ada ditingkatkan menjadi 1.687 RS.

Baca: Gugus Tugas Jelaskan Sistem Satu Data Covid-19 kepada Presiden Jokowi

Bahkan, data keseluruhan RS telah terhubung menjadi satu.

"Sebaran rumah sakitnya juga meningkat menjadi 800 RS rujukan nasional dan provinsi, semua terhubung datanya dengan surveilans dan laboratorium secara otomatis," kata Wiku.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas