Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

virus corona

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Evaluasi Status Daerah Setiap Pekan

Ada daerah yang statusnya zona kuning, sudah menjadi hijau. Yang dikhawatirkan kalau ada daerah yang zona hijau malah menjani zona kuning atau oranye

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Evaluasi Status Daerah Setiap Pekan
tangkap layar
Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof Dr Widodo Muktiyo dalam webinar bertajuk “Tampil Sebagai Pemenang di Masa New Normal”, Kamis (25/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia secara umum saat ini telah memasuki fase after pandemi dengan mengendorkan pembatasan berskala besar dan mulai menjalani kebiasaan normal baru.

Beberapa wilayah di Indonesia, terutama kota-kota besar mulai beraktivitas normal kembali untuk me-recovery kegiatan perekonomian yang sempat terhenti selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kendati sudah mulai terdapat pelonggaran, namun pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 selalu mengevaluasi seluruh daerah di Indonesia serta tidak menutup kemungkinan akan terjadi PSBB kembali apabila paparan Covid-19 meluas kembali.

Baca: UPDATE Corona Indonesia: 31 Daerah di Jawa Timur Bukan Zona Merah Lagi, Tersisa 7 Wilayah

“Di gugus tugas setiap minggu kami lakukan evaluasi. Ada daerah yang statusnya zona kuning, sudah menjadi hijau. Yang kami khawatirkan itu kalau ada daerah yang zona hijau malah menjani zona kuning atau oranye,” ujar Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof. Dr. Widodo Muktiyo dalam webinar bertajuk “Tampil Sebagai Pemenang di Masa New Normal”, Kamis (25/6/2020).

Baca: KABAR GEMBIRA, Jatim Akhirnya Miliki Daerah Berstatus Zona Hijau, Zona Merah Tinggal 7 Daerah

Menurut Widodo, esensi kenormalan baru adalah tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, tetapi tetap beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup meskipun status daerah tersebut sudah mulai menurun tingkat terpaparnya.

Poin utamanya adalah bagaiamana memutus mata rantai Covid-19. Masyarakat sebagai makhluk sosial senantiasa akan bergerak dan bersosialisasi, tidak bisa berdiam diri, sehingga kuncinya adalah berdisplin diri sesuai dengan protokol kesehatan, selalu optimis, dan yakin bisa mengatasi Covid-19 serta berfikir positif.

“Ijtihad dan tantangan kita di masa adaptasi kenormalan baru adalah tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, tetapi tetap beraktivitas seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Widodo akan menentukan status suatu daerah berdasarkan data dan pertimbangan kesehatan terkini. Pembukaan kembali tempat-tempat publik seperti mall, masjid, sarana olahraga telah dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan seluruh aspek kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi 1 DPR RI Toriw Hidayat memandang penanganan covid-19 harus dibarengi partisipasi masyarakat secara sadar menjalankan seluruh protokol pencegahan Covid-19.

“Upaya penanganan Covid-19 juga harus mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, meningkatkan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Toriq.

Di sisi lain, CEO Green Watch Agus Sugiarto menegaskan Indonesia harus segera keluar dari kondisi pandemi dengan penuh optimisme, agar tetap menjaga produktivitas bangsa. Masa The New Normal menurutnya merupakan kesempatan terbaik untuk tranformasi individu, keluarga dan bangsa.

“Di awal-awal new normal pasti kita akan culture shock, keluar rumah harus pakai masker, kadang-kadang mungkin kita lupa. Tapi budaya protokol kesehatan harus kita terapkan dalam jangka waktu yang lama. Kebiasan new normal sebenarnya related dengan tindakan kita sehari-hari tetapi kadang kita belum terbiasa saja,” ujarnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas