Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Covid-19 Hampiri 147 Pasar di Indonesia, 768 Pedagang Tercatat Positif Corona

Dia meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mengevaluasi jika ada pemda yang sudah melakukan kebijakan ganjil-genap

Covid-19 Hampiri 147 Pasar di Indonesia, 768 Pedagang Tercatat Positif Corona
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana aktifitas perdagangan di Pasar Santa Jakarta yang menerapkan standar kesehatan, seperti penggunaan masker, pelindung wajah, dan memasang plastik di depan kiosnya, Sabtu (27/6/2020). Pasar Santa menerapkan standar kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin banyak di pasar DKI Jakarta. Hingga Jumat (26/6/2020) DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat sebanyak 192 pedagang dari 26 pasar di Jakarta positif Covid-19. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat, virus corona atau Covid-19 menghampiri sebanyak 147 pasar di Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, 147 pasar tersebar di 23 provinsi dengan rincian 768 pedagang tercatat positif Covid-19 dan 32 meninggal dunia.

Baca: Empat Dokter dan 30 Paramedis di Tulungagung Terinfeksi Corona

"Kami sudah mendorong protokol kesehatan dengan baik dengan cara melakukan edukasi terhadap pedagang. Ini karena saat ini informasi di lapisan bawah khususnya pedagang itu terjadi simpang siur informasi," ujarnya kepada Tribunnews, Minggu (28/6/2020).

Sementara itu, dia meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mengevaluasi jika ada pemda yang sudah melakukan kebijakan ganjil-genap.

"Ini justru memperbanyak risiko penularan. Mengingat pengurangan 50 persen jumlah pedagang di pasar itu menambah penumpukan di masing-masing kios karena jumlah pengunjungnya tetap sama," kata Abdullah.

Baca: Polisi Gandeng Imigrasi Untuk Data WNA Nigeria yang Tinggal di Apartemen Green Park

Abdullah menambahkan, logikanya kalau pengunjungnya 100, sedangkan yang operasi harusnya 10 bisa didistribusikan ke 10 kios.

"Tapi, karena operasionalnya cuma 50 persen, maka 100 orang didistribusi ke 5 (kios) saja. Ini masalah sesungguhnya terjadi," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas