Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pemerintah Minta Petugas Tidak Sekonyong-konyong Gelar Rapid Test di Pasar dan Pemukiman Penduduk

Petugas, menurut Doni tidak boleh melakuan rapid tes di pasar atau pemukiman penduduk tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

Pemerintah Minta Petugas Tidak Sekonyong-konyong Gelar Rapid Test di Pasar dan Pemukiman Penduduk
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga mengikuti swab test massal di Kantor RW 01, Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020). Pemeriksaan swab test dan rapid test massal tersebut ditujukan bagi warga lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang rentan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta petugas untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum menggelar rapid test.

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyikapi penolakan rapid test oleh masyarakat di sejumlah daerah..

"Tadi bapak Presiden juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat yang akan dilakukan rapid test," kata Doni usai rapat terbatas percepatan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan,  Jakarta, Senin, (29/6/2020).

Baca: Presiden Minta Pelibatan TNI dan Polri di  57 Daerah Zona Merah Covid-19 

Petugas, menurut Doni tidak boleh melakuan rapid test di pasar atau pemukiman penduduk tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

Perlu ada prakondisi dan sosialisasi yang melibatkan tokoh-tokoh setempat sehingga masyarakat paham tujuan dilakukannya rapid test.

"Jadi tidak boleh ya sekonyong-konyong dilakukan rapid test seperti halnya di pasar misalnya atau di pemukiman penduduk tertentu," katanya.

Doni mengatakan bahwa tujuan dilakukannya rapid test adalah untuk menjaring warga yang berpotensi terjangkit Covid-19

Warga yang dinyatakan hasil rapid tesnya reaktif akan dilanjutkan tes PCR (polimerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona.

"Apabila di antara mereka sudah positif Covid-19, maka perlu dilakukan isolasi mandiri, apabila memang memungkinkan atau kalau tidak bisa dilakukan isolasi mandiri di tempat masing-masing bisa disiapkan oleh pemerintah daerah. Sudah banyak pemerintah Provinsi dan Kabupaten atau kota yang menyiapkan tempat tempat untuk isolasi," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas