Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Baru Covid-19 Sentuh Angka Seribu, Gugas Sebut Positivity Rate Justru Turun Jadi 12 Persen

andemi Covid-19 seperti diketahui masih terjadi hingga Rabu (1/7/2020), masih belum diketahui kapan berakhirnya.

Kasus Baru Covid-19 Sentuh Angka Seribu, Gugas Sebut Positivity Rate Justru Turun Jadi 12 Persen
Tangkap layar channel YouTube BNPB
BREAKING NEWS Bertambah 1.293, Kasus Positif Corona di Indonesia Kini 56.385 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pandemi virus corona atau Covid-19 seperti diketahui masih terjadi hingga Rabu (1/7/2020), masih belum diketahui kapan berakhirnya.

Seiring bergantinya hari, kasus baru positif Covid-19 terus mengalami penambahan.

Terakhir pada Selasa kemarin, penambahan kasus baru sebanyak 1.293 orang sehingga total kasus mencapai 56.385 kasus.

Namun, Gugas Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 punya perhitungan bahwa angka seribu pasien positif akhir-akhir ini justru bisa memungkinkan positivity rate menurun persentasenya.

"Pada pertengahan Mei, kita lihat ada 3.448 orang positif dalam waktu seminggu. Itu ya kurang lebih seharinya sekitar 400-500 orang yang positif saat itu," kata Tim Pakar Ggus Tugas Covid-19 dr. Dewi Nur Aisyah dalam siaran BNPB, Rabu (1/7/2020).

Adapun pemeriksaan pada rentang tersebut sebanyak 26 ribu, sehingga angka positivity rate sekitar 13 persen.

ilustrasi virus corona
ilustrasi virus corona (Freepik)

Sementara memasuki bulan Juni, Dewi menyebut angka penambahan kasus Covid-19 memang terbilang tinggi, yakni menyentuh angka seribu kasus baru.

"Bayangkan ada 8.227 kasus positif dalam waktu seminggu. Ini berarti satu harinya ada sekitar seribu kasus positif baru. Tetapi yang diperiksa ini mencapai 55 ribu," lanjut Dewi.

Sehingga, dikatakan Dewi, positivity rate pada pekan tersebut turun menjadi 12 persen ketimbang pada pertengahan Mei yang sebesar 13 persen.

"Semakin besar jumlah tes yang kita lakukan, maka seharusnya angka positivity ratenya akan semakin rendah. Kalau orang yang diperiksa hanya orang sakit, itu positivity ratenya tinggi," lanjut Dewi.

"Ketika angka positif kita semakin turun, itu kita mencoba memeriksa orang-orang yang bahkan mungkin enggak punya gejala. Makanya tadi lebih tingggi pemeriksaan orang-orang yang risiko dan gejalanya kecil, maka angka positifnya akan jauh lebih rendah," pungkas Dewi.

Penulis: Reza Deni
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas