Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Hasil Swab Test 7.202 Orang di 69 Pasar Ibu Kota, 1 hingga 2 Persen Diantaranya Positif Covid-19

Komunikasi terkait protokol kesehatan di pasar juga dilakukan menggunakan konsultan komunikasi.

Hasil Swab Test 7.202 Orang di 69 Pasar Ibu Kota, 1 hingga 2 Persen Diantaranya Positif Covid-19
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga mengikuti swab test massal di Kantor RW 01, Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020). Pemeriksaan swab test dan rapid test massal tersebut ditujukan bagi warga lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang rentan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Perumda Pasar Jaya mencatat per hari ini, Kamis (2/7/2020) telah melakukan swab test atau polymerase chain reaction (PCR) terkait Covid-19 di 69 pasar ibu kota Jakarta.

Angka tersebut diketahui bertambah dari yang awalnya swab test dilakukan di 68 pasar.

"Ini masih on going prosesnya. Sekitar 7.202 orang (dites). Mainly, pedagang semua yang ada di pasar dan parkir," kata Ratih Mayasari selaku Direktur Keuangan dan Administrasi PD Pasar Jaya dalam siaran BNPB, Kamis (2/7/2020).

Hasil positif Covid-19 dari swab test tersebut, dikatakan Ratih, hanya satu sampai dua persen dari total yang dilakukan pengetesan.

Baru setelah swab test dilakukan, protokol kesehatan di pasar-pasar diterapkan.

"Penggunaan masker, physical distancing, penyediaan wastafel, pengecekan suhu tubuh kemudian juga untuk pengunjung pasar berusia tua atau lansia diimbau agar tidak berkunjung ke pasar," lanjutnya.

Untuk melengkapi protokol kesehatan, Ratih mengatakan para pedagang diberikan face shield.

Komunikasi terkait protokol kesehatan di pasar juga dilakukan menggunakan konsultan komunikasi.

Ini dilakukan karena pengunjung pasar tak hanya satu segmen.

"Pasar itu kita bicara multisegmen, karena kan ada pendatang dari kelas medium up (menengah ke atas), sehingga bagaimana cara data ke pasar dengan aman, kita bekerja sama dengan konsultan komunimasi agar pesan-pesan yang disampaikan bisa merata," pungkas Ratih.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas