Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pemerintah Luncurkan Produk Rapid Test Virus Corona Buatan Dalam Negeri

Produk rapid test produk asli Indonesia ini merupakan hasil pengembangan dari BPPT yang berada di bawah koordinasi Kemenristek

Pemerintah Luncurkan Produk Rapid Test Virus Corona Buatan Dalam Negeri
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat menggelar konferensi pers di Kantor Kemenko PMK 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah meluncurkan produk alat tes cepat virus corona atau Covid-19 atau rapid test yang merupakan inovasi dalam negeri yang dinamakan RI-GHA Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan inovasi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan perangkat rapid test di dalam negeri.

Baca: Kemenkes Tetapkan Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150 Ribu, Ketua YLK Sebut Masih Mahal

"Kita untuk menangani wabah Covid-19 terutama yang berkaitan dengan masalah alat dan peranti yang diperlukan. Salah satu peranti yang sangat mendesak saat ini adalah rapid test," ujar Muhadjir dalam konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Produk rapid test produk asli Indonesia ini merupakan hasil pengembangan dari BPPT yang berada di bawah koordinasi Kemenristek.

Dirinya berharap produk RI-GHA Covid-19 ini dapat memenuhi kebutuhan rapid test di dalam negeri.

"Jadi diharapkan produk dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri kita tanpa harus tergantung produk dari luar," kata Muhadjir.

Baca: Biaya Rapid Test dan PCR Mahal, Deddy Sitorus: Pemerintah dan BUMN Harus Bersinergi

Muhadjir meyakini produk rapid test dalam negeri ini mampu bersaing dengan buatan luar negeri.

Pemerintah menargetkan produk RI-GHA Covid-19 ini diproduksi sebanyak 200 ribu rapid pada Juli ini dan 400 ribu di Agustus 2020.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas