Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tarif Tertinggi Rapid Test 150 Ribu, Riza Patria: Yang Penting Murah Bukan Ambil Untung

Menurutnya, terpenting biaya pengujian antibodi terhadap Covid-19 itu terjangkau masyarakat

Tarif Tertinggi Rapid Test 150 Ribu, Riza Patria: Yang Penting Murah Bukan Ambil Untung
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, saat ditemui Warta Kota di meja kerjanya, Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2020). Ahmad Riza Patria hari ini mulai bekerja di kantor pada hari pertama usai dilantik Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (15/4) kemarin. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ikut mengomentari biaya batas maksimal tarif rapid test virus corona atau Covid-19 senilai Rp 150.000 yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, terpenting biaya pengujian antibodi terhadap Covid-19 itu terjangkau masyarakat.

Baca: Disebut Tak Ambil Sampel Darah saat Rapid Test, Ini Tanggapan Lion Air Group

Mengingat di kondisi pandemi saat ini banyak pihak yang justru mengalami kesulitan ekonomi.

Sementara pemerintah daerah seperti Pemprov DKI masih memberlakukan hasil rapid test sebagai syarat keluar masuk ibu kota.

"Yang penting bagi kami bahwa rapid tes harus murah, jangan di masa sulit seperti ini justru ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan," kata Riza kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Ia berhadap penetapan batas tarif maksimal rapid test bisa meminimalisir praktik curang oknum rumah sakit yang mematok harga selangit untuk biaya rapid test, maupun PCR.

"Mohon maaf, jangan ada RS yang memberlakukan rapid test, PCR atau apapun namanya dengan harga yang tinggi," ucap dia.

"Ini saatnya kita membantu sesama dengan memberi pelayanan terbaik, cepat dan murah," pungkas Riza.

Sebelumnya, Kemenkes mematok tarif maksimal pemeriksaan rapid test antibodi Rp 150 ribu.

Baca: Perhimpunan Rumah Sakit Dukung Aturan Batas Maksimum Tarif Rapid Test, Berharap Ada Kebijakan Lain

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi.

Aturan itu menyusul kebijakan Menkes Terawan yang mewajibkan seluruh awak dan calon penumpang angkutan laut maupun udara melampirkan surat keterangan sehat dan hasil pemeriksaan rapid test antibodi saat membeli tiket perjalanan.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas