Presiden Jokowi Minta Peningkatan Testing, Tracing, dan Treatment di Delapan Provinsi
Selain meminta adanya peningkatan tracing kontak di delapan wilayah tersebut, Presiden juga meminta adanya peningkatan fasilitas kesehatan.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tracing, testing, dan treatment fokus di delapan provinsi yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Papua untuk menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah wilayah.
"Untuk tes harus ditingkatkan jumlah PCR tes dengan menambah jumlah laboratorium di daerah plus mobil laboratorium PCR. Target yang kita harapkan target yang saya sampaikan bisa tercapai yaitu 30 ribu," kata Presiden dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2020).
Selain meminta adanya peningkatan tracing kontak di delapan wilayah tersebut, Presiden juga meminta adanya peningkatan fasilitas kesehatan.
Baca: Cerita Pengguna Kost di Sekitar UNS Pasca Ada 25 Mahasiswa PPDS yang Positif Corona: Saya Khawatir
Baca: Update Klaster Pusdikpom AD: 101 Pasien Covid-19 di Pusdikpom AD Tunggu Swab Kedua
"Khususnya bed, APD, obat-obatan, ventilator, kamar isolasi, ini juga masih memerlukan tambahan untuk provinsi-provinsi yang saya sebut. Kalau memang kekurangan agar kementerian kesehatan bisa menyampaikan ke menteri PU agar bisa segera diselesaikan," katanya.
Menurut Presiden, langkah penanganan Covid-19 harus dilakukan cepat. Sehingga tidak ada lonjakan kasus seperti yang terjadi pada Kamis lalu.
"Saya kira kasus positif 1.681 yang pada hari Kamis yang lalu juga berada di posisi 2.500 kasus positif karena ada kasus di Secapa," ujarnya.