Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Jokowi Prediksi Puncak Covid-19, PKS: Seringkali Prediksi Ilmiah Keliru, Apalagi Prediksi Politis

Menurutnya, prediksi ilmiah sekalipun itu saja bisa keliru dan salah, apalagi prediksi yang bersifat politis.

Jokowi Prediksi Puncak Covid-19, PKS: Seringkali Prediksi Ilmiah Keliru, Apalagi Prediksi Politis
Dok/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto menyoroti prediksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia pada Agustus dan September 2020.

Menurutnya, prediksi ilmiah sekalipun itu saja bisa keliru dan salah, apalagi prediksi yang bersifat politis.

"Seringkali prediksi ilmiah sekalipun keliru, apalagi prediksi politis," kata Mulyanto saat dihubungi Tribunnews, Selasa (14/7/2020).

"Karena variabel utama dalam simulasi pertumbuhan kasus covid-19 adalah parameter-parameter terkait pembatasan sosial masyarakat," imbuhnya.

Anggota Komisi VII DPR RI itu mengatakan jika pemerintah lebih serius menangani pandemi Covid-19, bukan tidak mungkin prediksi Presiden Jokowi itu terwujud.

Berkaca pada pengalaman di DKI Jakarta, menurutnya kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan memiliki andil besar dalam penurunan kasus positif Covid-19.

Baca: Kasus Positif Covid-19 Pecah Rekor, Legislator PKS Sarankan PSBB Diberlakukan Lagi

"Kasus DKI menjadi pengalaman penting yang harus ditarik hikmahnya. Kesadaran dan kedisiplinan warga dalam pembatasan sosial dan pelaksanaan protokol kesehatan sangat menentukan bagi penurunan kasus positif Covid ini," ujarnya.

Mulyanto juga menyoroti istilah New Normal yang disalahartikan oleh masyarakat.

Menurutnya, kebiasaan baru hidup di tengah pandemi Covid-19 tidak lagi menjadi beban, tapi menjadi kebiasaam yang lumrah.

"Jangan sampai new normal disikapi dengan euforia sebagai kebebasan dari pembatasan yang ada selama ini. Padahal musibah ini belum berakhir dan belum mencapai puncaknya," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus dan September 2020. Hal itu disampaikan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (13/7/2020).

"Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," kata Presiden.

Namun menurut Presiden, prediksi tersebut bisa berubah, apabila tidak ada langkah antisipasi yang tepat dalam penanggulangan Covid-19.  Oleh karena itu kata Presiden, ia terus mengingatkan ara Menteri untuk bekerja keras. 

" Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda. Oleh sebab itu saya minta pada para menteri untuk bekerja keras," katanya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas