Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Covid-19 India Mencapai 900.000 Lebih, Sejumlah Negara Bagian Berlakukan Lockdown

Pada Selasa (14/7/2020), India mengalami rekor tertinggi penambahan kasus infeksi Covid-19, sebesar 28.000 kasus baru dalam dua hari berturut-turut.

Kasus Covid-19 India Mencapai 900.000 Lebih, Sejumlah Negara Bagian Berlakukan Lockdown
Prakash SINGH / AFP
Relawan dari sebuah kuil Sikh mendistribusikan makanan gratis kepada para tunawisma selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona COVID-19 di New Delhi pada 15 April 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Selasa (14/7/2020), India mengalami rekor tertinggi penambahan kasus infeksi Covid-19, sebesar 28.000 kasus baru dalam dua hari berturut-turut.

Menurut perhitungan Universitas John Hopkins, India telah mencapai lebih dari 900.000 kasus infeksi, tertinggi ketiga di dunia.

Baca: Suzuki Luncurkan Produksi ke 5 Juta di India dengan Edisi Spesial MotoGP

Baca: Tidak Hanya Doraemon, Nurhasanah Juga Isi Suara di Telenovela dan Film India

India Olah Kardus Jadi Kasur Rumah Sakit untuk Pasien Corona
India Olah Kardus Jadi Kasur Rumah Sakit untuk Pasien Corona (Sharjah24 News)

Hanya dalam tiga hari, India mengalami lonjakan kasus dari 800.000 menjadi 900.000.

Dikutip dari Al Jazeera, India memiliki lebih dari 936.000 kasus virus corona dengan hampir 30.000 infeksi baru dilaporkan pada Rabu, menurut data dari kementerian kesehatan federal. 

Namun, Kementerian Kesehatan India menekankan jumlah orang yang sembuh lebih tinggi daripada jumlah kasus aktif.

Dari sekitar 900.000 infeksi, sekitar dua pertiganya telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit.

Sayangnya, para pakar kesehatan menilai rendahnya catatan dari otoritas India tidak menggambarkan situasi sebenarnya.

Seorang ahli epidemiologi di Christian Medical College di India, Jayaprakash Muliyil, memperingatkan mungkin angka infeksi jauh lebih tinggi karena kurangnya sistem pencatatan di desa-desa.

"Kami tidak memiliki infrastruktur," katanya kepada Associated Press.

Munculnya Pusat Penyebaran Corona Baru

Halaman
12
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas