Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tren Kasus Makin Tinggi, Epidemiolog UI Saran Anies Pertahankan PSBB Transisi

Berkenaan dengan itu Pandu berharap Anies tidak memindah fase yang saat ini berlaku ke fase berikutnya.

Tren Kasus Makin Tinggi, Epidemiolog UI Saran Anies Pertahankan PSBB Transisi
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
PERPANJANGAN PSBB - Petugas gabungan melakukan pemeriksaan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap para pengendara di depan pos satlantas Jakarta Barat, unitlantas Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2020). Hal ini dilakukan terkait perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di ibukota hingga 14 hari ke depan. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono menyarankan Gubernur Anies Baswedan mempertahankan PSBB transisi di DKI Jakarta.

Pertimbangan utamanya karena penambahan kasus positif Covid-19 di DKI alami tren peningkatan lebih dari satu pekan terakhir.

Berkenaan dengan itu Pandu berharap Anies tidak memindah fase yang saat ini berlaku ke fase berikutnya.

"Orang Indonesia belum bisa normal. Jakarta apalagi, kasusnya makin tinggi. Harusnya, PSBB transisi tetap dipertahankan, jangan pindah ke fase berikutnya," kata Pandu saat dihubungi, Kamis (16/7/2020).

Baca: Masyarakat Dinilai Sudah Tak Takut Covid-19, DPRD Minta Anies Kembali Perketat PSBB

Pandu juga menyarankan Pemprov DKI tetap melarang operasi tempat hiburan di dalam ruangan ataupun kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti karaoke, diskotek, bioskop, resepsi pernikahan dan konser musik.

Pasalnya jenis hiburan tersebut punya potensi tinggi penularan semakin tinggi.

"Kegiatan tempat tertutup yang memiliki risiko penularan Covid-19 yang besar seperti tempat karaoke, diskotek, bioskop, resepsi pernikahan, konser, ataupun dangdutan yang sekarang masih ditutup, jangan dibuka dulu," tuturnya.

Sebelumnya saat mengumumkan perpanjangan PSBB transisi 1 Juli 2020 kemarin, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan Indikator Pantau Pandemi Covid-19 Jakarta miliki skor 71 alias hanya 1 poin di atas skor yang disyaratkan WHO bagi sebuah daerah boleh melakukan pelonggaran.

"Angka terakhir terkait perkembangan di Jakarta, per 30 Juni, ini indikator kelonggaran. Bila total skor di atas 70 maka boleh dilakukan kelonggaran. Total skor di DKI 71," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2020).

Padahal pada 4 Juni lalu atau ketika Anies mengumumkan Jakarta masuk masa transisi, ibu kota mendapat skor Indikator sebesar 76.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas