Tribun

Virus Corona

KSAD: Uji Klinis Obat Covid-19 Harus Cepat

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa meminta agar pelaksanaan uji klinis obat Covid-19 dilakukan secara cepat.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in KSAD: Uji Klinis Obat Covid-19 Harus Cepat
Istimewa
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa meminta agar pelaksanaan uji klinis obat Covid-19 dilakukan secara cepat.

Obat Covid-19 saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.

KSAD mendukung kerjasama yang dilakukan TNI AD, Universitas Airlangga (UNAIR), dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menemukan obat untuk Covid-19.

Andika juga merintahkan kepada Kakesdam untuk langsung berkordinasi dengan Kapuskes AD dan seluruh Kepala Rumah Sakit terkait pelaksanaan uji klinis obat Covid-19.

Baca: Sempat Tutup karena Pandemi Covid-19, 7 Tempat Wisata di Bogor Ini Buka Kembali, Ini Listnya

Hal tersebut disampaikan Andika dalam teleconference berkala dalam tayangan TNI AD 60 Detik yang diunggah di akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat, pada Jumat (17/7/2020).

"Untuk contact person utama adalah dr Asrofi sebagai Kapuskes AD, keputusan saya. Dukung dan harus cepat. Karena apa? Semua membutuhkan solusi. Terapi plasma konvalesen sudah bagus, tapi kalau ini, nanti ini kan obat, ketemu, wah ini lebih hebat lagi dan akan lebih cepat," kata Andika.

Baca: Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Berjumlah 83.130, Berikut Sebarannya di 34 Provinsi

Sementara itu perwakilan dari Unair, dr Purwati, mengatakan uji klinis obat Covid-19 tersebut telah mendapatkan persetujuan sejak 3 Juli 2020 dan Rumah Sakit Unair sudah mulai penelitian.

"Dalam waktu dekat kami memohon kerja sama untuk melibatkan RS TNI AD yang berada di Surabaya. Untuk RSPAD Gatot Soebroto kami akan melaksanakan konsolidasi dahulu terkait protokol dan technical meetingnya, dan untuk luar Jawa kemungkinan akan di Makassar," kata dr Purwati.

Baca: Turunkan Angka Penularan Covid-19 di 8 Provinsi Prioritas, TNI-Polri Gencarkan 3T

Diberitakan sebelumnya sebanyak dua dokter spesialis paru-paru dan dua dokter umum dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta akan dilibatkan dalam uji klinis anticovid-19 kepada pasien covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat TNI AD (Secapa AD) Bandung Jawa Barat.

Andika mengatakan rencananya tim tersebut akan mendukung tim riset dari Universitas Airlangga yang berjumlah tujuh orang dan Badan Intelijen Negara (BIN) yang berjumlah 14 orang dalam riset uji klinis anticovid-19 tersebut.

Andika berharap proses penelitian uji klinis anticovid-19 dapat lebih mudah dan lancar dengan dikirimkannya dukungan tenaga medis dari RSPAD Gatot Soebroto.

"Rencana akan dikirim beberapa orang untuk bergabung dengan tim riset dari UNAIR dan BIN. Karena kita juga sudah punya dari Kesmil (Kesdam III Siliwangi) dan LAFIAD (Lembaga Farmasi Angkatan Darat) yang sudah dilibatkan," kata Andika dalam keterangan tayangan TNI AD 60 Detik yang diunggah lewat akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat, pada Rabu (15/7/2020).

Diketahui sebanyak 160 pasien covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) mulai menjalani uji klinis obat anticovid-19.

Diberitakan, sebanyak 160 pasien tersebut diketahui bisa menjalani uji klinis anticovid-19 karena telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Mereka juga telah diberi obat dan dosis tertentu sesuai dengan protokol Pedoman Pelaksanaan Uji Klinis dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas