Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Menko PMK : Satu Kabupaten Kota Harus Punya Minimal Satu Mesin Tes PCR

Hal tersebut diungkapkan oleh Muhadjir usai melakukan pertemuan dengan Bupati Madiun Ahmad Dawami

Menko PMK : Satu Kabupaten Kota Harus Punya Minimal Satu Mesin Tes PCR
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta setiap kabupaten dan kota memiliki paling sedikit satu mesin tes PCR.

Hal tersebut diungkapkan oleh Muhadjir usai melakukan pertemuan dengan Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Walikota Madiun Maidi, di Kantor Walikota Madiun, Jawa Timur, Jumat (17/7/2020).

"Tadi saya sudah minta ke Pak Walikota dan Pak Bupati untuk mempelajari kemungkinan pengadaan PCR, mesin PCR di masing-masing rumah sakit. Paling tidak di kabupaten atau kota punya satu," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Jumat (17/7/2020).

Menurut Muhadjir pengadaan kebutuhan operasional seperti PCR kits dan reagen ekstraksi dapat diserahkan kepada masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.

"Kalau bisa pengadaannya bisa diserahkan pada masing-masing kabupaten kota dengan anggaran untuk covidnya. Kalau tidak nanti juga bisa mengajukan ke Kemenkes," tutur Muhadjir.

Baca: Sempat Tutup karena Pandemi Covid-19, 7 Tempat Wisata di Bogor Ini Buka Kembali, Ini Listnya

Muhadjir mengungkapkan, hal tersebut harus dilakukan untuk mempercepat kepastian status pasien apakah dalam keadaan suspek atau terkonfirmasi positif Covid-19.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan saat ini masih banyak kasus pasien hingga meninggal dunia tidak diketahui statusnya. Sehingga dibutuhkan mesin tes PCR di masing-masing daerah.

"Supaya itu, maka setiap kabupaten kota harus punya mesin PCR sendiri. Sehingga spesimen tidak perlu dikirim terlalu jauh tapi juga bisa di tempat itu," ucap Muhadjir.

Baca: India Tembus 1 Juta Kasus Corona di Tengah Kesenjangan Penanganan Covid-19

"Jadi paling tidak mereka harus segera diketahui statusnya. Targetnya maksimum dua hari sudah bisa diketahui," tambah Muhadjir.

Selain itu, Muhadjir meminta pemerintah kabupaten kota untuk menyediakan ruangan khusus dengan tingkat keamanan tinggi sebagai tempat mesin PCR dan tempat dilakukannya pengetesan spesimen.

"Karena itu saya juga minta kepada Pak Bupati dan Pak Walikota tolong disiapkan ruangan untuk BSL-2 minimum. Syukur-syukur BSL-3. Jadi yang tingkat keamanannya level 2. Syukur-syukur bisa level 3," pungkas Muhadjir.

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas