Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenkes: Anak di Bawah Umur yang Positif Covid-19 Mencapai 7.008 Pasien

Klasifikasi anak menurut Kemenkes yakni kurang dari 18 tahun dengan jumlah total anak sebanyak 79,5 juta atau 30,1 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kemenkes: Anak di Bawah Umur yang Positif Covid-19 Mencapai 7.008 Pasien
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bayi memakai 'Face Shield' di RSIA Tambak, Jakarta, Jumat (17/4/2020). Untuk mencegah penyebaran COVID-19, pihak rumah sakit memberikan 'Face Shield' atau penutup muka pada bayi yang baru lahir. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginformasikan soal data anak yang terpapar Covid-19.

Klasifikasi anak menurut Kemenkes yakni kurang dari 18 tahun dengan jumlah total anak sebanyak 79,5 juta atau 30,1 persen.

Lewat data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga 19 Juli 2020, terdapat 7.008 kasus anak positif Covid-19.

"Persentasenya 8,1 persen itu positif Covid-19, di antaranya adalah 8,6 persen masih dirawat, 8,3 persen sembuh, dan kita berduka bahwa ada 1,6 persen meninggal," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kejiwaan dan Napza Kemenkes, dr. Fidiansjah dalam Dialog Publik Gugus Tugas di Graha BNPB, Senin (20/7/2020).

Baca: Kabareskrim: Biar Pun Teman Satu Angkatan, Kami Tindak Tegas Tanpa Pandang Bulu

Fidiansjah menyebut selama pandemi Covid-19, anak-anak kerap mengalami permasalahan psikososial, terutama terkait ketakutan tertular Covid-19 hingga ke persoalan keluarga.

"Ada 34 persen anak merasa takut terkena Covid-19, walaupun sudah berada di rumah," lanjutnya.

Sementara itu Fidiansjah menyebutkan terdapat 20 persen anak rindu bertemu dengan teman-temannya. Bahkan, ada data di mana anak juga ikut memperhatikan kondisi ekonomi keluarga

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebanyak 10 persen merasa khawatir tentang penghasilan orang tua. Jadi (anak-anak) juga ikut berpikir," katanya

"Jadi potret itu menggambarkan betapa tinggi persoalan kesehatan jiwa anak dalam periode ini, kalau tidak diselesaikan dengan cepat," pungkas Fidiansjah. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas