Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden: Tak Ada Pembubaran Satgas Covid-19 di Pusat Hingga Daerah

Jokowi pun menegaskan, bahwa terbentuknya Komite tersebut tak serta merta membubarkan Gugus Tugas atau Satgas Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Presiden: Tak Ada Pembubaran Satgas Covid-19 di Pusat Hingga Daerah
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas terkait Pengarahan Kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19, Senin (27/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Komite Kebijakan yang baru guna memastikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan Program Pencegahan Penyebaran Covid-19 berjalan dengan tepat dan beriringan.

Jokowi pun menegaskan, bahwa terbentuknya Komite tersebut tak serta merta membubarkan Gugus Tugas atau Satgas Covid-19.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Pengarahan Kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19, melalui virtual, Senin (27/7/2020).

Baca: Jokowi: Aura Krisis Kesehatan Harus Digaungkan Hingga Vaksin Covid-19 Tersedia

"Jadi saya perlu menekankan tidak ada pembubaran satgas Covid-19, enggak ada, baik di pusat dan daerah harus semua harus tetap bekerja keras," kata Jokowi.

Presiden juga meminta jajaran kabinetnya termasuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk terlihat sibuk dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Jangan sampai, kata Jokowi, aura krisis penanganan Pandemi Covid-19 hilang atau memudar.

"Saya ingin di setiap posko yang ada baik di BNPB di pusat, di daerah, di komite,  kelihatan sangat sibuk ke sana ke sini, ke sana ke sini gitu loh aura krisisnya ada," jelas Jokowi.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Jokowi, pndemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan secara global kasus positif Covid-19 terus meningkat hingga 15,8 juta kasus dengan angka kematian 640 ribu jiwa.

Kasus positif di sejumlah negara telah melampaui angka 1 juta, seperti di Amerika Serikat yang  mencapai 4,2 juta kasus, di Brazil 2,3 juta kasus, dan di India 1,4 juta kasus.

"Komite ini sekali lagi mengintegrasikan kebijakan ekonomi dan kebijakan kesehatan," kata Jokowi.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas