Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Sandiaga Uno : Ancaman Resesi Nyata Jika Kasus Baru Corona Tidak Bisa Ditekan

Sandi menyarankan pemerintah pusat menjadikan pemda dan UMKM sebagai garda terdepan dalam penyerapan anggaran penggerak sektor riil

Sandiaga Uno : Ancaman Resesi Nyata Jika Kasus Baru Corona Tidak Bisa Ditekan
Dok FDIK
Sandiaga Salahudin Uno 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengusaha nasional, Sandiaga Uno menegaskan, Indonesia saat ini tengah dihantui oleh resesi ekonomi akibar virus Covid-19. Bahkan, negara besar dan negara kecil sudah jatuh ke jurang resesi.

Menurutnya, resesi ekonomi diprediksi menghantam Indonesia di tengah pandemi virus COVID-19.

Menurut pria yang akrab disapa Sandi itu, ancaman resesi semakin nyata jika peningkatan jumlah kasus baru Corona tidak bisa ditekan.

"Saya sampaikan bahwa kita masuk ke resesi sudah semakin nyata di depan kita, apabila skema Penyaluran Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) ke Pemda dan UMKM lambat realisasinya," katanya saat ditemui dalam acara MOU BEI dengan KAHMIPreneur di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia. Jumat (7/8/2020).

Harusnya 8 Propinsi share PDB Nasionalnya tertinggi diberikan skema khusus Pinjaman dengan Bunga 0% cepat realisasinya serta besar nilainya.

Dia menegaskan, di kuartal II-2020 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami kontraksi -5,32 persen.

Baca: Di depan Kader Gerindra Presiden Ingatkan Ancaman Resesi Ekonomi

Jika kuartal tiga mau selamat, Sandi menyarankan pemerintah pusat  jadikan pemda dan UMKM sebagai garda terdepan dalam penyerapan anggaran penggerak sektor riil.

"Untuk Dana PEN melalui Jalur HIMBARA dan Bank Daerah sudah berjalan baik. Tapi nilainya kan kecil hanya Rp 30 triliun sehingga belum mampu menopang secara menyeluruh daya beli yang terus menurun," katanya.

Untuk itu, pasar modal menjadi alternatif Pendanaan UMKM, karena MOU BEI dengan KAHMIPreneur sangar tepat disaksikan oleh Hoesen Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal DK OJK Ujar Sandiaga uno

Pemerintah harus segera mempercepat realisasi program Pemulihan Ekonomi menghindari resesi.

Adapun percepatan yang harus dikebut dari program PEN adalah penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan dorongan pada sektor UMKM serta korporasi pada industri padat karya.

Baca: Ditanya soal Minat Terjun ke Dunia Politik oleh Sandiaga Uno, Begini Jawaban Nia Ramadhani

Tim PEN harusnya dipimpin oleh Menteri Keuangan karena desain skema kebijakan Keuangan Negara serta Industri Keuangan untuk mengatasi dampak Covid ini beliau yang siapkan sejak awal sesuai UU No.2 tahun 2020. Ujar Kamrussamad.

"Pemberian BLT 13, 8 juta pekerja non PNS dan non BUMN dengan gaji di bawah Rp 5 juta dengan menggunakan basis data BPJS Ketenagakerjaan selama BLT selama 4 bulan bisa meningkatkan daya beli pekerja," katanya.

"Namun belum tentu bisa menyelamatkan Resesi Ekonomi," kata Kamrussamad Anggota Komisi XI .

Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas