Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Stafsus Kemenkes: Terdapat 802 Klaster Covid-19 di Indonesia 

Staf Khusus Menteri Kesehatan Mariya Mubarika mengatakan bahwa saat ini terdapat 802 klaster Covid-19 di Indonesia.

Stafsus Kemenkes: Terdapat 802 Klaster Covid-19 di Indonesia 
Pixabay
ILUSTRASI Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Kesehatan Mariya Mubarika mengatakan bahwa saat ini terdapat 802 klaster Covid-19 di Indonesia.

Penemuan klaster tersebut berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Kementerian Kesehatan dibantu lembaga lainnya. 

"Tracing kita terhadap klaster-klaster  di Indonesia sekarang sudah ada 802 klaster yang terakhir ini data 8 Juli di RSUD Sultan Sulaiman Sedang Bedagai ya, jadi ini yang terbesarnya masih Secapa Polri ya, saya gak hafal semua jadi kita mentracing klaster-klaster terbaru setiap harinya menggunakan big data," kata dokter Mariya dalam diskusi Solusi untuk Negeri, Minggu, (9/8/2020).

Baca: Update Sebaran Virus Corona di Indonesia, Minggu 9 Agustus 2020: DKI Jakarta Catat 440 Kasus Baru

Sementara itu menurutnya jumlah kasus Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit pada periode Juni hingga Agustus terdapat kurang lebih 17 ribu pasien. Menurut dia meski jumlah kasus positif tinggi, namun yang dirawat di rumah sakit tidak terlalu banyak.

"Jadi dari isolasi dan ICU,  kita masih banyak ya walaupun kasus kita meningkat tinggi, tapi yang dirawat di RS tidak tinggi," katanya.

Baca: Sebaran Virus Corona di Indonesia Sabtu (8/8/2020): DKI Tambah 686 Kasus Baru, Jatim 429 Kasus Baru

Menurut Mariya pemerintah telah berhasil menekan angka kematian akibat Covid-19.  Rata rata tingkat kematian di Indonesia yakni 4,5 persen dari total kasus Covid-19

"Kalau kita lihat kasus naik terus kemudian kematian ditekan, ini juga mungkin suatu keberhasilan kita mengendalikan seleksi alam ya jadi walaupun kasus naik tapi kematian kita bisa tekan dengan baik," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas