Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ridwan Kamil Curhat ke Jokowi, Jumlah Tes Covid-19 di Jabar Jomplang dengan Jakarta

"Di kapasitas testing Pak Presiden, kami ini punya kelemahan walaupun untuk level provinsi Pak, kami ini tertinggi setelah Jakarta," kata Ridwan Kamil

Ridwan Kamil Curhat ke Jokowi, Jumlah Tes Covid-19 di Jabar Jomplang dengan Jakarta
Ist
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai rapat internal bersama Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, (15/7/2020 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampikan kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi) soal kelemahan dalam hal tes virus corona atau Covid-19 di wilayahnya.

Menurut Ridwan, dengan rasio jumlah penduduk Jawa Barat hampir 50 juta jiwa, namun testing Covid-19 masih kalah dengan DKI Jakarta.

Baca: Ridwan Kamil: 70 Persen Pasien Covid-19 di Jawa Barat OTG

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil kepada Presiden Jokowi saat melaporkan Penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Barat, melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/8/2020).

"Di kapasitas testing Pak Presiden, kami ini punya kelemahan walaupun untuk level provinsi Pak, kami ini tertinggi setelah Jakarta," kata Ridwan Kamil.

Ia pun menjelaskan, bahwa Jawa Barat telah melakukan 175 ribu testing Covid-19.

Namun, pria yang akran disapa Kang Emil ini menyebutkan bahwa jumlah tersebut tidak sebanding dengan total penduduk di Jawa Barat.

"Agak jomplang pak dengan DKI Jakarta," tambahnya.

Kang Emil pun meminta kepada Presiden agar membantu Provinsi Jawa Barat meningkatkan testing Covid-19 di masyarakat.

Meski, pihaknya menyadari bahwa resiko penularan Covid-19 di setiap daerah berbeda-beda.

Baca: Presiden Saksikan Penyuntikan Perdana Uji Klinis Vaksin Covid-19

"Jadi kami mohon dukungan untuk mengejar rasio pengetesan setinggi-tingginya walaupun bapak lihat setelah kami, di Jawa Timur 107.000, Jawa Tengah dan seterusnya, tapi dengan testing lebih banyak kasus kami lebih sedikit," ucapnya.

"Jadi memang virus ini mungkin cc-nya berbeda di tiap daerah karena satu dan lain hal," terang Kang Emil.

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas