Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pengembangan Vaksin Covid-19 Gunakan Metode Tradisional dan Baru, Ini Penjelasannya

Ines mengatakan ada dua metode pengembangan vaksin yakni, tradisional dan baru.

Pengembangan Vaksin Covid-19 Gunakan Metode Tradisional dan Baru, Ini Penjelasannya
Shutterstock
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Lipotek Australia Dr Ines Atmosukarto membeberkan sejumlah metode pengembangan vaksin Covid-19 yang dilakukan perusahaan farmasi dunia.

Ines mengatakan ada dua metode pengembangan vaksin yakni, tradisional dan baru.

Cara tradisional adalah dengan menginaktivasi vaksin lalu diperbanyak.

Ines mengatakan cara itu dilakukan oleh perusahaan farmasi asal China, Sinovac.

Baca: Vaksin Merah Putih Diuji Coba pada Hewan Sebelum Pengetesan Terhadap Manusia

"Jadi untuk vaksin tersebut, maka virus tersebut diperbanyak dengan menggunakan suatu sel di dalam tabung kemudian virus itu diinaktivasi, virus yang diinaktivasi ini yang akan menjadi vaksin," ujar Ines dalam webinar yang di laman Youtube Katadata Indonesia, Jumat (14/8/2020).

Vaksin Sinovac saat ini sedang memasuki fase ketiga uji klinis yang dilakukan di Indonesia.

Sementara metode lain yang masuk kategori baru adalah dengan menggunakan vaksin rekombinan.

Metode ini dengan mengambil bagian dari Covid-19 dan dimasukan ke dalam suatu virus lainnya.

"Kemudian virus ini yang menjadi vaksin. Nah virus pengantar ini dipilih tentunya karena dia tidak menimbulkan penyakit, yang tidak menimbulkan suatu efek terhadap sistem respiratori misalnya, tetapi dia bisa mensimulasi imun respon," ucap Ines.

Metode tersebut saat ini digunakan oleh perusahaan farmasi Astrazeneca.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas