Tribun

Virus Corona

Obat Covid-19 Unair, MUI: Izin Produksi dan Edar Harus Diberikan Secepatnya

Anwar juga mengatakan obat Covid-19 tersebut juga bisa dipasarkan secepatnya ke negara-negara lain yang membutuhkan.

Penulis: Reza Deni
Editor: Sanusi
zoom-in Obat Covid-19 Unair, MUI: Izin Produksi dan Edar Harus Diberikan Secepatnya
Freepik
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menanggapi soal kabar Universitas Airlangga (Unair) yang mengklaim sudah menemukan obat kombinasi Covid-19 temuan tim gabungan Unair, BIN, TNI AD, dan BPOM.

Menurut Anwar, jika ini benar adanya, maka izin produksi dan edar harus segera diberikan.

"Pemerintah harus mendukung penuh temuan anak bangsa ini dengan memberikan izin produksi dan izin edar secepatnya untuk dapat dipergunakan bagi mengobati dan melindungi seluruh anak bangsa yang jumlahnya 267 juta saat ini," kata Anwar dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Minggu (16/8/2020).

Baca: Obat Covid-19 dari Unair Sukses Sembuhkan 754 Pasien,KSAD Jenderal Andika Perkasa: Tinggal Izin BPOM

Baca: Rektor UNAIR Serahkan Laporan Akhir Uji Klinis Kombinasi Obat Anticovid-19 ke KSAD dan Sestama BIN

Anwar juga mengatakan obat Covid-19 tersebut juga bisa dipasarkan secepatnya ke negara-negara lain yang membutuhkan.

"Sehingga dengan kehadiran obat ini kita harapkan selain dapat membantu menyehatkan dan menyelamatkan jiwa dari para penderitanya, juga akan dapat mendatangkan keuntungan finansial dan akan bisa mengangkat harkat dan martabat kita sebagai bangsa di mata dunia dan hal ini tentu jelas sangat-sangat kita harapkan," lanjutnya.

Anwar tak lupa mengapresiasi adanya penemuan tersebut. Menurutnya, ini merupakan sebuah prestasi yang sangat-sangat menggembirakan dan membanggakan.

"Anak-anak bangsa ini juga hebat-hebat karena mereka sudah bisa menemukan obat Covid-19 yang sangat dinanti-nanti oleh dunia, apalagi penemuan ini merupakan penemuan yang pertama di dunia. Hal ini tentu jelas akan sangat menggembirakan dan membanggakan hati kita sebagai bangsa," ujarnya.

Karena dengan sudah ditemukannya obat Covid-19 tersebut, Anwar mengatakan masyarakat tentu sudah akan bisa kembali bekerja dan beraktivitas seperti semula, sehingga dengan demikian roda perekonomian nasional tentu akan kembali dapat berputar dan menggeliat kembali.

"Bangsa kita insyaallah tentu akan dapat dengan cepat mengatasi krisis kesehatan Covid-19 yang benar-benar telah mengganggu ketentraman hidup kita dalam 5 bulan terakhir, sehingga dengan demikian kita harapkan di samping dia akan dapat menciptakan ketenangan di kalangan masyarakat, juga membawa bangsa ini untuk bisa cepat keluar dari krisis ekonomi yang kita hadapi saat ini," pungkasnya.

Adapun Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa diketahui akan segera menemui Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada Rabu (19/8/2020) pekan depan dalam rangka mendorong percepatan keluarnya izin edar obat anticovid tersebut..

Hal itu diungkapkan Andika yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengungkapkan hal tersebut usai menerima laporan hasil akhir uji klinis obat anticovid-19 dari Unair di Markas Besar Angkatan Darat Jakarta Pusat pada Sabtu (15/8/2020).

"Kiita sudah punya jadwal dengan kepala BPOM besok hari Rabu (pekan depan) dalam rangka untuk mempercepat permohonan izin edar," kata Andika.

Jika izin edar sudah dikeluarkan BPOM, ia berharap pemerintah menyiapkan anggaran untuk produksi obat tersebut sehingga di tahap awal tidak dijual ke masyarakat.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas