Tribun

Virus Corona

Survei Indikator: 64,4 Persen Elite Sebut Pemerintah Belum Mampu Kendalikan Covid-19

35,5 persen menyebut cukup terkendali, sebanyak 54,9 persen menilai kurang terkendali, dan 9,5 persen memilih tidak terkendali sama sekali.

Survei Indikator: 64,4 Persen Elite Sebut Pemerintah Belum Mampu Kendalikan Covid-19
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Petugas makam tengah menggali lubang untuk jenazah covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur pada Minggu (24/5/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil survei pemuka opini terkait efek kepemimpinan dan kelembagaan dalam penanganan Covid-19.

Salah satu pernyataan yang disampaikan ke elite yaitu, apakah penyebaran virus Corona di Indonesia hingga sejauh ini sangat terkendali, cukup terkendali, kurang terkendali atau tidak terkendali sama sekali?

Hasilnya, 35,5 persen menyebut cukup terkendali, sebanyak 54,9 persen menilai kurang terkendali, dan 9,5 persen memilih tidak terkendali sama sekali.

"Mayoritas narasumber menilai penyebaran virus corona di Indonesia hingga sejauh ini masih belum terkendali, 64,4 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam penyampaian hasil survei secara virtual, Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Baca: Jokowi Akan Ditanya Publik Jika Masih Pertahankan Terawan Agus Putranto

Selain itu, Burhanuddin menyebut di mata responden, cara-cara pengendalian yang selama ini diterapkan tidak semuanya efektif.

Di mana, 56,9 persen menilai rapid test kurang atau tidak efektif sama sekali sebagai alat identifikasi awal untuk pencegahan penyebaran virus Corona.

"Namun, 87, 5 persen beranggapan penerapan protokol kesehatan (mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker ketika di luar rumah) efektif," paparnya.

Sementara terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, mayoritas responden berpandangan PSBB cukup atau sangat efektif mencegah penyebaran virus Corona.

Oleh karena itu, sebanyak 60,9 persen menganggap pelonggaran PSBB tidak layak untuk diterapkan.

"55,2 persen menilai PSBB efektif, 44,1 persen menilai tidak efekti. Kemudian mayoritas menilai PSBB tidak layak dilonggarkan, dan hanya sekitar 37,8 persen menilai layak dilonggarkan," katanya.

Survei ini dilakukan sejak awal Juli hingga awal Agustus 2020, di mana respondennya pemuka opini nasional dan daerah (provinsi), sebanyak 304 orang dari 20 Kota di Indonesia.

Mereka terdiri dari tokoh yang memiliki informasi lebih luas dibandingkan masyarakat umum tentang penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

Di antara mereka adalah akademisi yang menjadi rujukan media, redaktur politik dan kesehatan media, pengusaha, pengamat kesehatan, sosial dan politik, tokoh organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, LSM, dan organisasi profesi.

Karena jumlah responden survei ini cukup banyak, dan terdiri dari pemuka opini yang sering menjadi rujukan, maka hasil survei ini cukup menyuarakan penilaian pemuka opini pada umumnya.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas