Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Dirut Bio Farma Ungkap Supply Vaksin Sinovac Hanya Cukup untuk 130 Juta Orang di Indonesia 

Bahan baku Vaksin Sinovac yang akan disuplai ke Indonesia hingga akhir 2021 disebut hanya akan berjumlah sebanyak 260 juta.

Dirut Bio Farma Ungkap Supply Vaksin Sinovac Hanya Cukup untuk 130 Juta Orang di Indonesia 
Pixabay
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bahan baku Vaksin Sinovac yang akan disuplai ke Indonesia hingga akhir 2021 disebut hanya akan berjumlah sebanyak 260 juta. 

Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (31/8/2020). 

Honesti Basyir mengatakan dengan 260 juta bahan baku maka hanya akan cukup memvaksinasi 130 juta penduduk di Tanah Air. Dengan perhitungan, satu orang harus divaksin dua kali. 

Baca: Cerita Pengalaman Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Sebut Dirinya Kini Mudah Ngantuk

"Jadi dari Sinovac ini kita berharap sekitar 260 juta dosis ini sudah bisa kita amankan. Karena ini nanti akan kita programkan untuk lebih kurang 130 juta masyarakat, di mana satu orangnya mereka mesti 2 dosis. Makanya 260 juta itu kalau dibagi dua hanya cukup 130 juta," ujar Honesti Basyir, Senin (31/8/2020).

Jumlah tersebut dirasa masih kurang jika berdasarkan konsep WHO, dimana untuk memenuhi konsep herd immunity harus 70 persen dari total penduduk divaksinasi. 

Baca: Komisi IX DPR Bahas Pengembangan Obat dan Vaksin Covid-19 dengan Sejumlah Pihak Terkait

"Itu sekitar 70 persen orang harus diberikan vaksinasi. Kalau 70 persen artinya lebih kurang 170 juta rakyat Indonesia harus divaksin," ungkap Honesti Basyir.

Oleh karenanya, untuk dapat memvaksinasi seluruh masyarakat Tanah Air, pemerintah turut menjalin kerja sama dengan produsen vaksin lainnya seperti G42 hingga Sinopharm.

"Nah ini nanti akan kita coba lakukan kerja sama dengan berbagai macam vaksin produser. Tadi yang disampaikan oleh Badan BPOM ada dengan G42, ada Sinopharm, ada juga dari AstraZeneca, nanti juga akan dilakukan pembicaraan untuk bisa mensuplai," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas