Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ilmuwan Ungkap Kelemahan Vaksin Virus Corona Buatan Rusia dan China, Akui Hanya Manjur 40 Persen

Sejumlah ilmuwan menilai, vaksin Covid-19 yang dikembangkan di Rusia dan China memiliki sejumlah potensi kelemahan besar.

Ilmuwan Ungkap Kelemahan Vaksin Virus Corona Buatan Rusia dan China, Akui Hanya Manjur 40 Persen
Facebook Vladimir Putin
ILUSTRASI Vaksin Covid-19 dari Rusia, Vladimir Putin 

"Ad5 mengkhawatirkan saya hanya karena banyak orang memiliki kekebalan," kata Anna Durbin, peneliti vaksin di Universitas Johns Hopkins, dikutip dari CNA, Selasa (1/9/2020).

ILUSTRASI Vaksin Covid-19 dari Rusia, Vladimir Putin
ILUSTRASI Vaksin Covid-19 dari Rusia, Vladimir Putin (Facebook Vladimir Putin)

Baca: Begini Tanggapan WHO Soal Vaksin Virus Corona Milik Rusia

"Saya tidak yakin apa strategi mereka, mungkin (vaksin) tidak akan memiliki kemanjuran 70 persen."

"Mungkin memiliki kemanjuran 40 persen dan itu lebih baik daripada tidak sama sekali, sampai sesuatu yang lain muncul," tuturnya.

Vaksin dipandang penting untuk mengakhiri pandemi yang telah merenggut lebih dari 845.000 nyawa di seluruh dunia.

Gamaleya mengatakan, pendekatan dua virusnya akan mengatasi masalah kekebalan Ad5.

Kedua pengembang memiliki pengalaman bertahun-tahun dan menyetujui vaksin Ebola berdasarkan Ad5.

Namun hingga berita telah tersebar, baik CanSino maupun Gamaleya tidak menanggapi komentar.

Foto diambil pada tanggal 29 April 2020 ini. seorang ilmuwan melihat sel-sel ginjal monyet saat melakukan tes pada vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 di dalam laboratorium Cells Culture Room di fasilitas Sinovac Biotech di Beijing. Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di China, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitiannya dan hasil yang menjanjikan di antara monyet.
Foto diambil pada tanggal 29 April 2020 ini. seorang ilmuwan melihat sel-sel ginjal monyet saat melakukan tes pada vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 di dalam laboratorium Cells Culture Room di fasilitas Sinovac Biotech di Beijing. Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di China, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitiannya dan hasil yang menjanjikan di antara monyet. (NICOLAS ASFOURI / AFP)

Baca: Rusia Disebut Tengah Berencana Produksi Massal Vaksin Virus Corona Pertamanya

Para peneliti telah bereksperimen dengan vaksin berbasis Ad5 untuk melawan berbagai infeksi selama beberapa dekade, tetapi tidak ada yang digunakan secara luas.

Mereka menggunakan virus yang tidak berbahaya sebagai "vektor" untuk membawa gen dari virus target (dalam hal ini virus corona) ke dalam sel manusia.

Lalu mendorong respons kekebalan untuk melawan virus yang sebenarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas