Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Selama September Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Benyamin Davnie Sebut Mayoritas Imported Case

Sepanjang dua pekan pada bulan September 2020, terjadi lonjakan kasus Covid-19 baru di Tangerang Selatan (Tangsel).

Selama September Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Benyamin Davnie Sebut Mayoritas Imported Case
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menceritakan saat prosesi melayat Aurellia Quratu Aini (16). Air mata Benyamin pun tumpah tak terbendung di depan jenazah Aurel yang tewas secara mendadak diduga dipersekusi oleh oknum Paskibraka. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Sepanjang dua pekan pada bulan September 2020, terjadi lonjakan kasus Covid-19 baru di Tangerang Selatan (Tangsel).

Lonjakannya mencapai 85 kasus hanya dalam waktu 14 hari, dua di antaranya meninggal dunia.

Pada Selasa (1/9/2020), jumlah total kasus Covid-19 Tangsel Sebanyak 795 kasus, terdiri dari: 110 pasien masih dirawat, 638 dinyatakan sembuh dan 47 meninggal dunia.

Sedangkan pada Senin (14/9/2020), jumlah total kasus Covid-19 berjumlah 880 kasus terdiri dari: 91 pasien masih dirawat, 740 dinyatakan sembuh dan 49 meninggal dunia.

Data tersebut dapat dilihat di situs Gugus Tugas Covid-19 Tangsel: lawancovid19.tangerangselatankota.go.id.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menjelaskan, lonjakan kasus Covid-19 Tangsel beberapa pekan berlakangan merupakan kasus impor atau imported case.

Baca: Dukung Kesehatan Lingkungan, Pertamina Hadirkan Promo Pertalite di Tangsel

Baca: Video Viral Rombongan Moge Dikawal Polisi Terobos Lampu Merah Serpong, Ini Kata Polres Tangsel

Suasana karantina di Rumah Lawan Covid-19, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (24/5/2020).
Suasana karantina di Rumah Lawan Covid-19, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (24/5/2020). (ISTIMEWA)

Kasus impor yang dimaksud adalah, warga Tangsel terpapar Covid-19 di luar wilayah Tangsel, utamanya saat bekerja.

"Kasus-kasus konfirmasi positif belakangan ini 75% itu hasil interaksi warga tangsel di luar tangerang selatan. Tanpa sadar dia membawa virus ke lingkungan di tangsel akhirnya menulari keluarga, lingkungan atau dirinya sendiri. Kenanya Bukan di tangsel, tapi di luar tangsel lalu dibawa ke Tangsel," ujar Benyamin di rumah dinasnya di bilangan Perumahan Green Cove, Cilenggang, Serpong, Tangsel.

Ben, sapaan karibnya, mengatakan, kasus impor tersebut mayoritas adalah tanpa gejala alias orang tanpa gejala (OTG).

Baca: Cerita Penyintas Berjuang Lawan Covid-19, Hadapi Tekanan Mental hingga Indra Pencium Hilang

"Sekarang gejalanya itu enggak ada batuk, enggak ada sesak nafas lagi, tapi dia enggak engeh kalau penciumannya hilang, rasanya hilang dan dianggap hal biasa aja gitu, kebanyakan OTG," ujarnya.

Sebagai antisipasi, Ben mengatakan, pihaknya kembali mengaktifkan dan memperkuat peran gugus tugas di tingkat RW serta RT.

Hal itu akan memantau lebih ketat lagi pergerakan warga keluar masuk wilayah dan memasifkan sosialisasi protokol kesehatan.

"Saya simbolkan kepada mereka bahwa modal untuk tidak terkena virus itu hanya kurang lebih Rp 50 ribu satu bulan, beli masker, beli sabun cuci tangan. Tapi kalau sudah terkena positif case biayanya juga mahal," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul 85 Kasus Covid-19 Bertambah di Tangsel Sepanjang September, Pemkot Sebut Mayoritas Imported Case, .
Penulis: Jaisy Rahman Tohir

Ikuti kami di
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas