Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Mahfud MD Minta Seluruh Petugas di Perbatasan Ketatkan Protokol Kesehatan

saat ini pemerintah telah melakukan sejumlah upaya terkait penanganan covid-19 di antaranya mengupayakan vaksin.

Mahfud MD Minta Seluruh Petugas di Perbatasan Ketatkan Protokol Kesehatan
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Mahfud mengatakan rencana merekrut preman untuk mengawasi protokol kesehatan sudah sesuai imbauan presiden. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) meminta agar seluruh petugas mulai dari petugas imigrasi, petugas pelayanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), hingga petugas yang bertugas di pintu-pintu perbatasan tidak resmi mengetatkan protokol kesehatan.

Selain meminta agar mereka mematuhi protokol kesehatan, Mahfud juga meminta agar mereka juga menjalankan perilaku hidup bersih.

Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam sambutannya pada acara Webinar bertajuk Mengelola Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Menuju Indonesia Maju yang digelar BNPP pada Kamis (17/9/2020).

"Agar seluruh entitas yang terlibat di dalam pelayanan melakukan upaya pengetatan pelayanan dan pengawasan dengan mengikuti protokol kesehatan. Seluruh petugas pelayanan garda terdepan beserta para pelintas agar mematuhi 3M. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta berperilaku hidup bersih," kata Mahfud.

Mahfud juga mengingatkan saat ini pemerintah telah melakukan sejumlah upaya terkait penanganan covid-19 di antaranya mengupayakan vaksin.

Baca: Mahfud MD: Sudah Sangat Jelek Kesan Penegakan Hukum Kita

Karena vaksin covid-19 yang diupayakan pemerintah rencananya baru bisa diedarkan pada Desember 2020 atau awal tahun 2021, kata Mahfud, maka masyarakat sementara diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang disebutnya sebagai "vaksin alami", kata Mahfud, penting dilakukan untuk memperkecil risiko penularan covid-19.

"Oleh sebab itu saya mengajak kita memakai 'vaksin alami' dulu sebelum ditemukannya vaksin yang diperkirakan ditemukannya akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021," kata Mahfud.

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas