Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

1.000 Klaster Covid-19 di Indonesia Terjadi di Rumah, Perkantoran hingga Komunitas

Reisa menyebut bahwa klaster tersebut adalah kelompok penularan lokal yang berkaitan dengan rantai penyebaran.

1.000 Klaster Covid-19 di Indonesia Terjadi di Rumah, Perkantoran hingga Komunitas
KOMBEN BNPB
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Dokter Reisa Broto Asmoro menjelaskan protokol olahraga di ruang publik, salah satunya Lapangan Banteng, Jakarta (9/7). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan lebih dari 1000 kluster penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia.

Reisa menyebut bahwa klaster tersebut adalah kelompok penularan lokal yang berkaitan dengan rantai penyebaran.

Ia pun menyebut, klaster itu terjadi di lingkungan rumah, perkantoran maupun tempat lainnya.

Hal itu disampaikan dr Reisa saat keterangan pers melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (18/9/2020).

"Klaster dapat terjadi di rumah tempat kerja atau ditempat kerumunan lainnya. Itulah yang sering disebut adanya kluster keluarga, klaster perkantoran ataupun kluster lainnya," kata Reisa.

Baca: Jubir Satgas: Kemenkes Temukan 1.000 Klaster Covid-19 di Indonesia

Reisa menjelaskan, bahwa penularan di klaster tersebut terjadi saat salah satu orang yang positif Covid-19 yang kemudian tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Sehingga, menularkan ke orang-orang yang ada disekitarnya.

"Kluster bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di perkantoran. Sekali lagi bisa terjadi di berbagai komunitas termasuk rumah tangga," jelasnya.

Maka dari itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

Yakni, mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Reisa menyadari, bahwa masyarakat akan menghabiskam akhir pekan dengan berpergian keluar rumah.

Tentunya hal itu berbahaya karena bisa terjadi potensi klaster baru Covid-19.

Ia pun meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

"Ini menjelang akhir pekan, yang biasanya dilakukan di luar rumah, kini sebaiknya dilakukan di rumah saja," jelas Raisa.

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas