Tribun

Virus Corona

Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar Imbau Pemerintah Perbaiki Narasi Atasi Pandemi Covid-19

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyoroti narasi yang disampaikan pemerintah kepada masyarakat

Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar Imbau Pemerintah Perbaiki Narasi Atasi Pandemi Covid-19
YouTube BNPB Indonesia
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Nasaruddin Umar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyoroti narasi yang disampaikan pemerintah kepada masyarakat dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Mohon maaf, pemerintah kita juga menciptakan narasi kadang-kadang perlu dikritisi. Sebetulnya tujuannya bagus, tapi logika penyampaiannya kontraproduktif," papar Nasaruddin saat webinar bertema Covid-19 : Musibah atau Azab?, Sabtu (19/9/2020).

"Maka itu sebetulnya logika-logika pemerintah harus cerdas, termasuk juga anggota dewan. Saya tidak menyebut siapa, tetapi mari kita menyamakan bahasa, visi yang sama menghadapi musibah seperti ini," sambung Nasaruddin.

Baca: Jenguk Warga Dikira Sakit Jantung, 13 Orang Tertular Covid, 2 Desa di Ponorogo Langsung Lodkdown

Oleh sebab itu, Nasaruddin menyebut penggodokan pernyataan atau narasi sebelum disampaikan pemerintah kepada masyarakat sangatlah penting, di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Percayalah bahwa cara terbaik memutus mata rantai Covid-19 ini harus kerjasama. Kita perlu menggunakan bahasa kedokteran yang valid, bahasa agama pilih yang valid, kemudian bahasa regulasi juga yang valid," papar Nasaruddin.

Nasaruddin menyakini, jika semua bersinergi dan satu bahasa dalam penanganan Covid-19, maka masyarakat akan menerjemahkan sama dengan apa yang disampaikan pemimpinnya.

Baca: Sri Mulyani: Setiap Pemimpin Negara Harus Kerja Sama Atasi Pandemi Covid-19

"Maka lahirlah masyarakat yang seragam menghadapi Covid-19. Tapi kalau kita gunakan bahasa agama untuk mengonter bahasa pemerintah misalnya, korbannya adalah umat," ujarnya.

"Saya tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi semua perlu introspeksi, pemerintah juga perlu introspeksi dalam menciptakan suatu pernyataan," sambung Nasaruddin.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas