Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Masyarakat Masih Bergantung pada Sanksi dalam Terapkan Protokol Kesehatan

55 persen masyarakat menurut Doni abai terhadap protokol kesehatan karena tidak adanya sanksi.

Masyarakat Masih Bergantung pada Sanksi dalam Terapkan Protokol Kesehatan
istimewa
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat memberikan sambutannya pada acara Doa Perawat untuk Negeri melalui ruang digital di Jakarta, Selasa (15/9). 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa kampanye perubahan perilaku masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan sangat penting dan harus dilakukan secara masif. 

Protokol kesehatan tersebut yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

55 persen masyarakat menurut Doni abai terhadap protokol kesehatan karena tidak adanya sanksi.

"Kemudian kita juga lihat bahwa alasan seseorang tidak mengikuti protokol kesehatan itu, ternyata tidak ada sanksi," kata Doni dalam acara Kick Off Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 bersama BKKBN, Jumat, (2/10/2020).

Baca: Satgas Covid-19 Rancang Aturan Jaga Jarak Bukan Lagi 1 Meter tapi 2 Meter

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 90 ribu responden dari 14-19 September 2020, masyarakat masih bergantung terhadap sanksi dalam menerapkan protokol kesehatan. Artinya belum ada kesadaran kolektif dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi tingkat kesadaran pribadi dan kesadaran kolektif ini belum optimal. Apa buktinya, ya ini data yang dikumpulkan oleh BPS. Saya pikir data ini sangat valid sangat bagus sekali, dan kita harus menjadikan data ini sebagai bahan bagi kita dalam mengambil kebijakan," katanya.

Oleh karena itu menurut Jenderal bintang tiga itu, perlu adanya sanksi agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan.

Sanksi tersebut bukan hanya sanski hukum dari pemerintah melainkan sanksi lainnya, mulai dari sanksi sosial hingga sanksi adat. 

"Ada banyak sanksi-sanksi lain, yang sekiranya bisa menggungah masyarakat untuk patuh dan taat pada protokol kesehatan," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas