Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Epidemiolog UI : Pilkada 2020 Risiko Tinggi Penularan Covid-19 dan Sulit Patuhi Protokol Kesehatan

Kebijakan untuk tetap menjalankan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang diperlu ditunda

Epidemiolog UI : Pilkada 2020 Risiko Tinggi Penularan Covid-19 dan Sulit Patuhi Protokol Kesehatan
Youtube channel Indonesia Lawyers Club
Pandu Riono, Ahli Epidemiologi FKM UI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menilai, penyelenggaran Pilkada serentak tahun 2020 di tengah pandemi Covod-19 sangat membahayakan.

Menurut Pandu, risiko penularan Covid-19 sangat besar dan sulit untuk menjalankan protokol kesehatan di masa kampanye.

Hal itu disampaikam Pandu Riono saat diskusi virtual bertajuk 'Media dan Pilkada: Antara Peran Kritis dan Ancaman Infeksi' melalui siaran YouTube AJI Indonesia, Senin (5/10/2020).

"Saya sebagai Epidemiolog yang melihat, (Pilkada,red) risikonya begitu tinggi dan memperhatikan bahwa protokol kesehatan yang sudah dibuat dengan susah payah itu, sulit dipatuhi," kata Pandu.

Pandu juga menilai, kebijakan untuk tetap menjalankan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang diperlu ditunda.

Baca: Dukungan Psikososial untuk Anak-anak yang Dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Baca: 6 Calon Kepala Daerah Pilkada 2020 yang Positif Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

Baca: Ibu Curiga Pintu Kamar Anaknya Dibiarkan Terbuka, Putrinya Lalu Curhat Diperkosa Ayah sejak 2016

Namun, penundaan kali ini, kata Pandu, bukan hanya sekedar menunggu waktu. Tapi, harus dipersiapkan dengan baik dan matang.

Sehingga, masyarakat yang akan memilih tetap merasa aman dari bahaya tertular Covid-19.

"Ya mungkin dengan bijaksana itu perlu ditunda sambil kita berusaha keras. Bukan berarti kita menunggu ya. Berusaha keras kalau kita bilang ditunda 3 bulan lagi mendatang tahun 2021 ya, misalnya April 2021," ucap Pandu.

"Mulai sekarang kita berusaha keras yang melakukan survelen, testing, pelacakan kasus melakukan kampanye untuk 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,red) supaya benar-benar bisa menekan penularan pada waktu bulan April kondisinya sudah terkendali. Itu yang penting," jelasnya

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas