Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ekonom Indef: Pelajar Ikut Demonstrasi karena Tingkat Pengangguran Tinggi

BPS mencatat lulusan SMK menjadi jumlah pengangguran paling tinggi di Indonesia sebanyak 8,49 persen per Februari 2020.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ekonom Indef: Pelajar Ikut Demonstrasi karena Tingkat Pengangguran Tinggi
istimewa
Bhima Yudhistira 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan, negara saat ini sedang menghadapi persoalan fundamental akibat dampak pandemi corona atau Covid-19.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, permasalahan itu semisal banyak orang kelaparan dan kehilangan pekerjaan.

"Ibarat orang laper, orang kehilangan pekerjaan, dan kenapa pelajar itu ikut demonstrasi karena pelajar itu adalah golongan yang tingkat penganggurannya paling tinggi. Bisa cek di BPS, tingkat pengangguran SMK dan sederajat itu yang paling tinggi presentase penganggurannya," ujarnya saat webinar, Sabtu (10/10/2020).

Sebelumnya, BPS mencatat lulusan SMK menjadi jumlah pengangguran paling tinggi di Indonesia sebanyak 8,49 persen per Februari 2020.

Baca: Diamankan Polisi Saat Akan Demo, 59 Pelajar dan Pengangguran di Tangerang Ngaku Dapat Pesan di WA

Bhima menjelaskan, agak sedikit aneh jika beberapa hari lalu pelajar melakukan aksi demonstrasi karena biasanya itu dilakukan oleh mahasiswa.

"Kenapa mereka ikut aksi? Biasanya itu mahasiswa yang demo. Kemudian, ini ada pelajar ngapain? Itu karena mereka juga khawatir terhadap masa depan karena ada ketidakpercayaan terhadap pemerintah terkait dengan kebijakan-kebijakan," katanya.

Menurut dia, pemerintah melakukan langkah yang membakar amarah publik hingga berujung demonstrasi ketika pandemi dengan menyelesaikan Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi, ini ibaratnya pemerintah menyiram bensin di kobaran api," pungkas Bhima.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas